Antara Miss Universe 2015 dan Kalimat Rasis Donald Trump – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Antara Miss Universe 2015 dan Kalimat Rasis Donald Trump

FAJAR.CO.ID, AMERIKA SERIKAT – Minggu malam waktu AS atau pagi hari ini WIB, pemenang ratu kecantikan Miss Universe 2015 akan diumumkan di Las Vegas, AS. Sedikitnya kontestan dari 80 negara peserta sudah siap bersaing untuk mendapatkan mahkota ratu kecantikan itu. Perhelatan Miss Universe tahun ini akan berbeda dari biasanya, karena penonton akan ikut menentukan pemenang kontes secara hotline.

Namun di luar agenda itu, pergelaran Miss Universe 2015 tak bisa terlepas dari kontroversi si pemilik acara, Donald Trump. Perhelatan Miss Universe yang dimiliki Comcast Corp dan Trump, sebelumnya memicu polemik akibat pernyataan kontroversial Trump yang ingin mencari popularitas sebagai kandidat calon presiden AS dari Partai Republik.

Dalam kampanyenya, Trump mengatakan bahwa bangsa Meksiko sebagai bangsa kriminal, pemerkosa, dan pengedar narkotika ke Amerika. Kontan saja pernyataan Trump mengundang reaksi keras. Selain mengecam, Meksiko tahun ini juga tidak mengirimkan delegasi mereka ke Miss Universe.

Stasiun televisi berbahasa Spanyol, Univision juga membatalkan kesepakatan untuk menayangkan acara Miss Universe, sebagai bentuk solidaritas pada penonton mereka yang mayoritas warga campuran Meksiko-Amerika.

Trump lalu menggugat Univision dengan denda 500 juta dolar AS karena membatalkan kesepakatan siar. Namun Univision tidak bergeming.

Perhelatan Miss Universe 2015 juga diwarnai sejumlah aksi boikot. Beberapa kontrak kerjasama dari sponsor juga dibatalkan, sebagai bentuk protes pada pernyataan Trump yang sangat rasis.

Hal paling mengejutkan adalah reaksi dari Univision yang membatalkan kontrak hak siar dengan Miss Universe Organization (MUO). Dengan mundurnya Univision, acara Miss Universe 2015 digelar dengan pemilik kompetisi dan badan penyiaran berbahasa Spanyol yang baru.

Donald Trump sendiri dalam tuntutannya pada Univision menuding jika pemilik Univision membatalkan kontrak Miss Universe karena lebih mendukung calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

[NEXT-FAJAR]

Namun tudingan ini dibalas oleh Univision dengan menyatakan bahwa pihaknya akan terus berjuang melawan taipan real estate itu.

Sementara itu, Meksiko jadi negara pertama yang mengumumkan boikot terhadap Miss Universe. Organisasi Nuestra Belleza Mexico melalui national director-nya Lupita Jones (Miss Universe 1991), mengumumkan bahwa Meksiko akan melakukan boikot dan tidak akan mengikuti Miss Universe 2015-2016 selama masih dipegang oleh Donald Trump.

“Sungguh disesalkan. Gara-gara komentar rasisnya, kami kehilangan apa yang telah kami promosikan dan representasikan dalam kontes itu selama bertahun-tahun. Yakni atmosfer harmoni dan perdamaian antarbangsa,” kata mantan Miss Universe, Lupita Jones.

“Di balik sebuah kontes kencantikan dan mahkota, ada hal yahng lebih penting, yaitu melancarkan protes untuk menjaga harga diri serta nama baik seluruh warga Meksiko,” tambahnya.

Donald Trump memang sosok yang sering mengeluarkan kata rasis. Sebelum soal Meksiko, ia menjadi pusat perhatian dunia karena komentarnya yang anti muslim di Amerika. (afz/JPG)

To Top