Panwas: Warga Buton Tengah Ikut Memilih di Pilkada Muna – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Panwas: Warga Buton Tengah Ikut Memilih di Pilkada Muna

FAJAR.CO.ID, RAHA – Satu demi satu kecurangan yang terjadi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna 9 Desember lalu mulai terkuak. Teranyar, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menemukan adanya mobilisasi massa yang dilakukan secara terstruktur. Salah satu yang ditemukana terjadi di Kecamatan Marobo Kabupaten Muna.

Hingga kemarin hampir 10 orang masyarakat Kabupaten Buton Tengah  (Buteng) mengakui kalau mereka diberikan SKTT oleh Kepala Desa Marobo La Ode Bou, untuk memilih di TPS 1 dan 2 di Desa Marobo. Parahnya lagi baik Camat Marobo Drs Felimy, Ketua KPPS 1 dan KPPS 2 di Desa Maorobo, diduga ikut mengamini adanya mobilisasi pemilih dari Buteng yang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Buton.

Imbas dari pelanggaran pilkada ini Kades Marobo La Ode Bou, Camat Marobo Drs. Felimy, Ketua KPPS di TPS 1 dan Ketua KPPS di TPS 2 di Desa Marobo, serta masyarakat pemilih dari Buton Tengah, terancam dijerat pasal 181 UU Pilkada dengan acaman hukuman paling rendah 3 tahun denda Rp 32 juta dan paling tinggi hukuman 7 tahun penjara dengan denda Rp 72 Juta. Hal ini dikatakan langsung oleh Rustam  selaku Ketua Divisi Penanganan Pelanggaran Pilkada Panwaslu Kabupaten Muna.

[baca juga: Kantongi Bukti Kecurangan di Pilkada Muna, Rumah Kita Siap Daftarkan Gugatan di MK]

[baca juga: Sarat Pelanggaran, Panwas Enggan Tandatangani Hasil Pleno Pilkada Muna]

[baca juga: Rusman-Malik ke MK, Pendukung Dokter : Terima saja Kekalahan!]

” Dari sekian banyaknya kasus pelanggaran pilkada yang masuk yang melibatkan para camat, kades, ketua KPPS, PPS tergambar ada upaya secara tersetruktur yang melibatkan penyelenggara dan birokarsi dalam pilkada Kabupaten Muna. Bahkan di Desa Marobo, ada masyarakat dari Waburense Kabupaten Buteng yang ikut memilih di Kabupaten Muna. Mereka dibuatkan SKTT oleh Kades Marobo La Ode Bou, untuk dapat memilih di Kabupaten Muna. Kasus ini tidak hanya melibatkan Kades, tapi juga camat Marobo Drs Felimy dan Ketua KPPS di TPS 1 dan Ketua KPPS di TPS 2, didesa Marobo. Bahkan masyarakat dari Buteng itu telah mengakui, jika mereka memilih di Desa Marobo dalam pilkada di Kabupaten Muna,” terang Rustam pada sejumlah media di Raha kemarin.

Rustam  juga menerangkan, kasus ini berjalan serentak antara Panwaslu dan Gakumdu. “Kita sudah memeriksa Kades Marobo La Ode Bou. Dia mengakui jika ada masyarakat dari Buteng, yang memilih di Marobo bermodalkan SKTT dari Kades Marobo. Hingga kemarin,sudah ada 4 orang masyarakat dari Buteng mengakui kalau mereka bukan masyarakat Kabupaten Muna tadi masyarakat Buteng yang memilih di Pilkada Muna di Desa Marobo. Kalau dikepolisian Polres Muna ( Gakumdu) kita belum tahu, berapa jumlah masyarakat Buteng yang dproses disana, tapi infonya ada 4 orang juga ( Gakumdu red). Khusus Camat Marobo, kita sudah layangkan panggilan kedua sekrang, tapi yang bersangkutan belum juga datang,” tegasnya. (rls/hrm)

loading...
Click to comment
To Top