Perusak Kantor Gubernur Kaltara Digiring ke Mapolda Kaltim – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Perusak Kantor Gubernur Kaltara Digiring ke Mapolda Kaltim

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Para tersangka perusakan Kantor Gubernur Kaltara akhirnya tiba di Mapolda Kaltim, Minggu (20/12) malam. Digiring dalam dua kali penerbangan, masing-masing dari Tanjung Selor menuju Tarakan, selanjutnya ke Balikpapan dengan pengawalan kepolisian.
Iring-iringan mobil bersirine nyaring membawa ke-19 tersangka dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman sampai di Mapolda Kaltim. Pengawalan ketat brimob berseragam, lengkap dengan senjata laras panjang, helm, baju antipeluru, dan alat komunikasi khas intelijen menempel di kuping masing-masing.
Di bandara, para tersangka diturunkan melalui pintu pengisian bahan bakar milik PT Angkasa Pura. Tercatat, empat bus dan empat mobil pengawalan terlibat dalam penjemputan itu. Satu per satu, tersangka dengan tangan terborgol menuruni mobil. Satu tersangka dikawal dua anggota Brimob.
Tiba di mapolda, para tersangka menjalani pemeriksaan di sebuah ruangan Jatanras Polda Kaltim. Menempati masing-masing kursi yang di depannya terdapat meja bundar.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin mengatakan, 19 yang diamankan hanya jumlah sementara dan itu akan terus berkembang. Sebab, pihaknya masih mengidentifikasi dari hasil rekaman yang ada.
“Kira-kira siapa yang melakukan perusakan dan pembakaran. Kita akan terus mencari pelakunya itu. Dan itu ada tiga kategori, yakni ada yang melakukan, ada orang yang menyuruh melakukan, dan ada juga orang yang merencanakan tindakan-tindakan anarkis ini,” jelas dia.
“Kenapa saya katakan ini terencana? Karena itu sudah jelas bahwa ada yang orasi menggunakan sound system dan ada yang mengantarkan makanan. Makanya saya katakan terencana, ini harus menggunakan dana dan ada komando-komando tertentu,” sambungnya.
Karena tindakan yang dilakukan sudah anarkis, lanjutnya, maka tidak ada jalan lain yang harus dilakukan selain penegakan hukum sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) dan aturan yang berlaku.
Sedangkan untuk sangkaannya, kata dia, masih menunggu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya. Jika hasilnya nanti ada keterkaitan dari lain-lainnya (di luar dari perusakan, Red), maka akan bertambah lagi sangkaannya.
“Pastinya kami akan melakukan penyelidikan siapa aktor intelektualnya. Jika memang ada, maka saya akan lakukan tindakan hukum. Jadi kita akan mencoba teknik penyidikan kita miliki,” tegas dia.
Kapolda pun mengatakan, hal itu tidak akan berhenti dilakukan oleh pihaknya. Sebab, masih memungkinkan akan ada penangkapan-penangkapan yang dilakukan oleh pihaknya terhadap orang-orang yang berbuat anarkis itu.
“Saya akan terus kejar orang-orang ini dan saya tidak akan berikan toleransi. Mudah-mudahan hal itu dapat memberikan efek jera kepada semuanya, sehingga ke depannya tidak ada lagi yang mencoba-coba untuk melakukan hal serupa,” beber dia.
Sebenarnya, kata dia lagi, unjuk rasa itu boleh saja, tetapi ketika merusak maka itu bukan lagi pengunjuk rasa, tapi sudah merupakan pelaku tindak pidana. Untuk diketahui, saat ini pihaknya masih tetap siaga dan memperketat keamanan, khususnya di tiga titik yang dianggap perlu yakni Bawaslu, KPU, dan Kantor Gubernur Kaltara. (bp-24/war/iwk/asm/KPG)

To Top