Terjadi 15 Kali Gempa Susulan di Kaltara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Terjadi 15 Kali Gempa Susulan di Kaltara

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Sebagian besar wilayah Provinsi Kaltara pukul 01.47.37 WIB, seperti Tarakan, Nunukan, dan Tanjung Selor diguncang gempa tektonik dengan kekuatan 6,1 SR. Menurut Kepala Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono SSi MSi, berdasarkan analisis data gempa bumi BMKG, pusat gempa terletak pada koordinat 3,61 LU dan 117,67 bujur timur, tepatnya pada jarak 29 Km arah timur laut Tarakan pada kedalaman hiposenter 10 Km.

“Guncangan gempa dirasakan di Tarakan, Nunukan, Tanjung Selor,” katanya. Ditambahkannya, semenjak gempa pertama terjadi, hingga pukul 05.30 WIB tadi, sudah terjadi 15 kali gempa susulan.

Lebih jauh dikatakan Daryono, gempa bumi di Tarakan merupakan aktivitas gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake), jenis interplate dengan hiposenter dangkal akibat sesar aktif. Sehingga sangat relevan jika hasil analisis mekanisme sumber gempa bumi ini merupakan patahan mendatar (strike slip fault). “Kondisi tektonik di bagian timur Pulau Kalimantan memang cukup kompleks, sehingga zona ini merupakan kawasan paling rawan gempa bumi di Kalimantan,” tuturnya.

Kerawanan gempa bumi di zona ini kata Daryono, selain disebabkan struktur geologi sesar turun dan beberapa struktur sesar mendatar. Misalnya, zona Nunukan-Tarakan dan sekitarnya secara tektonik diapit oleh tiga sesar mendatar. Di sebelah selatan terdapat dua sesar yang berarah barat daya-tenggara, yaitu Zona Sesar Mangkalihat (Mangkalihat Fault Zone) dan Zona Sesar Maratua (Maratua Fault Zone).

“Zona Sesar Mangkalihat merupakan sesar kelanjutan dari sesar Palu-Koro yang melintas dekat kota Tanjung Redep,” katanya. Keberadan zona Sesar Maratua juga tak kalah penting untuk diperhatikan. “Ya karena ujung sesar ini terletak di lautan yang lokasinya berdekatan dengan kota Tanjung Selor,” lanjutnya.

Sementara itu di sebelah utara Pulau Tarakan juga terdapat Sesar Sempurna (Sempurna Fault Zone), yang melintas dari Laut Sulawesi hingga Sabah Malaysia dan melintasi kawasan yang berdekatan dengan Pulau Sebatik. “Namun demikian hingga saat ini kita belum dapat memastikan struktur sesar yang membangkitkan gempa ini,” akunya.

Ini disebabkan gempa bumi di Tarakan kali ini memiliki episenter di daratan dengan mekanisme sesar mendatar. “Olah karenanya gempa bumi yang terjadi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Untuk itu warga di pesisir diimbau tenang,” tutupnya. (pro/liz)

loading...
Click to comment
To Top