Ibarat Robin Hood, Pria Ini Bagi Uang Hasil Curian ke Fakir Miskin – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Ibarat Robin Hood, Pria Ini Bagi Uang Hasil Curian ke Fakir Miskin

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Indra Muhammad Lubis (33), warga Jalan HM Said Gang Juki, Medan Timur, mirip Robin Hood. Pembobol brangkas Kampus IBBI di Jalan Pepaya Sei Deli, Kelurahan Silalas, Medan Barat, itu membagi-bagikan uang hasil kejahatan sekitar Rp 13 juta kepada fakir miskin. Indra sudah ditangkap, Minggu (20/12) kemarin, setelah Unit Reskrim Polsek Medan Barat membuka CCTV yang merekam aksinya.

Menurut pengakuan Indra, ia nekat membobol brangkas tersebut karena merasa sakit hati. Sebab, sudah dua tahun bekerja sebagai staf bidang kemahasiswaan di kampus tersebut, tiba-tiba dipecat secara sepihak.

“Sebenarnya niat saya membobol brangkas itu bukan mencuri, tetapi balas dendam. Karena, saya kecewa dan kesal dipecat secara sepihak,” kata Indra, yang diwawancarai di Mapolsek Medan Barat Senin (21/12).

Ia menjelaskan, dirinya dipecat lantaran tidak masuk kerja selama sebulan karena harus merawat orang tuanya yang sedang sakit. “Saya sudah izin sebelumnya tidak masuk kerja, tetapi pihak kampus tetap memecat saya tanpa memberi pesangon,” sebutnya.

Diceritakan, uang dari hasil membobol brangkas dibagi-bagikan kepada fakir miskin di salah satu masjid daerah Labuhan Deli. Selanjutnya, ia melarikan diri dan bersembunyi ke Batam. Kapolsek Medan Barat Kompol Viktor Ziliwu melalui Kanit Reskrim Iptu Oscar Stefanus Setjo mengatakan, tersangka Indra ditangkap setelah sempat buron selama hampir satu bulan.

“Selama tiga minggu pelaku kabur dan bersembunyi di Batam. Setelah itu, pelaku kembali ke rumahnya dan tak berapa lama kita tangkap tanpa perlawanan. Dari pelaku, kita menyita sejumlah barang bukti, namun uang di dalam brangkas telah habis dibagikan. Selain itu, tiga unit laptop telah dijual pelaku,” ungkap Oscar.

Dijelaskan, dari hasil rekaman kamera CCTV tersangka Indra melakukan aksinya pada 20 November lalu sekira pukul 01.00 WIB. Selanjutnya masuk ke dalam gudang kampus seorang diri menggunakan tutup kepala, celana hitam, dan jaket kain lengan panjang serta membawa tas ransel.

Lalu, pelaku bersembunyi di ruang UKM dan sempat dilihat oleh mahasiswa. Pelaku mengalihkan perhatian mahasiswa dengan menawarkan pekerjaan. Setelah itu, pelaku menuju lantai tiga dan bersembunyi.

“Setelah bersembunyi hingga 3 jam di lantai 3, pelaku keluar dan mengambil linggis di lantai 4. Selanjutnya turun ke lantai 1 dan membobol brangkas yang ada di ruangan keuangan menggunakan linggis. Selain itu, mengambil tiga unit laptop dan sebuah kamera,” papar Oscar.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk menangkap para penadah laptop dan kamera yang dijualnya. “Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Batam untuk melacak laptop dan kamera yang dijual tersangka,” pungkasnya. (ris/sam/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top