Kasus Human Traficking Maros Segera Dilimpahkan ke Pengadilan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Kasus Human Traficking Maros Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

FAJAR.CO.ID, MAROS — Kasus perdagangan manusia yang melibatkan penyalur Tenaga Kerja Indonesia, PT Aspis Langgeng Abadi segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Maros, Selasa 22 Desember. Tersangka, Rosmini diduga telah mengirim TKI Alce Novita ke Malaysia tanpa prosedur yang sah. Jaksa penuntut Umum (JPU ), Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Maros Harry Rahman menuturkan, pihaknya telah menerima (P21) berkas penyidikan kasus itu dari Polres Maros, pekan lalu. Pihaknya sementara menyusun berkas yang dibutuhkan untuk selanjutnya akan dilimpah ke Pengadilan Negeri Maros. “Bila tidak ada halangan, berkasnya sudah siap untuk dilimpahkan ke Pengadilan. Sebenarnya kami maunya melimpahkan pekan lalu, tetapi hakim pengadilan banyak yang cuti makanya kami tunda,” jelasnya sesaat lalu. Dari penyelidikan polisi, Rosmini diketahui mengirim Alce, warga Batangase kepada salah satu penyalur TKI di Malaysia. Alce lalu bekerja pada majikannya, Chong Sie Muy di Jalan Nuri Batu Pahat, Johor Baru. “Disana saya tidak terima gaji dan sering diperlakukan tidak pantas. Saya baru tau kalau pengiriman saya tidak lewat aturan yang benar,” kata Alce. Pelaku dijerat pasal 2 dan 4 Undang­undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang, tindak pidana perdagangan orang. “Dia terancam hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun denda Rp 600 juta,” imbuhnya. Kasus itu adalah satu­satunya kasus human traficking yang dilidik Polres. Sementara, Rosmini sendiri telah ditahan sejak Oktober lalu di tahanan Kejari Maros. “Selain Alce, saya juga sempat kirim dua orang lagi. Setelah itu tidak pernah lagi. Kabar keduanya juga tidak pernah saya cek lagi,” kata Rosmini saat diinterogasi petugas. (M Haris Syah/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top