Ubah VCO Jadi Produk Perawatan Kulit dan Rambut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ubah VCO Jadi Produk Perawatan Kulit dan Rambut

RINTIK hujan membasahi hijab Nurul Ahdan Nisaa dan Andi Istianah. Keduanya beda kampus, namun sama organisasi: AIESEC. Di sana keduanya bertemu, begitu pun Khairul Umam. Lama bersama, mereka sepakat membuat usaha. Usahanya bertujuan membantu petani kelapa untuk hidup sejahtera. Nurul Ahdan menerangkan, pengolahan kelapa tidak hanya untuk diminum dan menjadi minyak kelapa yang sarat kolestrol. Padahal menurut mahasiswi Unhas angkatan 2009 jurusan Kimia ini, kaya manfaat. “VCO (Virgin Coconut Oil) hampir dilupakan. Kami bertiga mengembangkan usaha ini tidak hanya sebagai prakarsa dan brending saja. Akan tetapi juga sebagai marketing,” katanya Icha, panggilan akrabnya, saat ditemui di kampus UMI, Senin, 21 Desember. Ada tiga produk VCO yang dijajakan, yakni Healthy Naturally untuk diminum, Rejuvenation untuk wajah, dan Mosturizing skin and shining hair untuk kesehatan kulit dan rambut. “VCO merupakan fermentasi kelapa. Sebotol Healthy Naturally dan Rejuvenation menggunakan dua setengah biji. Khusus untuk Mosturizing skin and shining hair, tiga setengah biji dengan dua aroma: cokelat dan kopi,” imbuh Icha.

[NEXT-FAJAR]

Andi Istianah, menjelaskan lebih detail. Baru dua bulan lalu produk ini keluar dengan nama Your Natural Life Support. Produksi pertama, hanya 50 botol Healthy Naturally. Namun itu sold out. “Bulan kedua, dua produk baru diproduksi. Hasilnya direspons baik. Namun, ekspansi akan kami lakukan, mengingat baru satu produsen VCO yang diajak kerja sama. Tawaran dari Soppeng dan Sidrap sudah ada,” ujar mahasiswi UMI Fakultas Hukum angkatan 2012 itu. Tidak kalah penting, bagaimana marketing dari produk tersebut. Khairul Umam mengaku fokus menjual melalui dunia maya yang banyak dilirik wirausahaan muda. “Selain offline pada media sosial, kami juga punya website yang dapat diakses pembeli untuk memesan produk. Caranya, pembeli mengisi database yang nantinya akan digunakan untuk mengetahui market share kami siapa,” ujar mahasiswa Teknik Sipil Unhas ini. Khairul mengaku, mereka melakukan ini untuk membuka pangsa pasar bagi petani lokal, sehingga dapat bersaing dengan produk luar negeri. “Daripada menunggu peran pemerintah yang lamban dan kadang tidak tepat sasaran. Kami mahasiswa punya tanggung jawab sosial untuk masyarakat. Ini buktinya,” beber Khairul sambil memperlihatkan karyanya. (muh fadly ali/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top