Sengketa Pilkada Buton, Uchok: KPK Sudah Punya Dua Alat Bukti – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Sengketa Pilkada Buton, Uchok: KPK Sudah Punya Dua Alat Bukti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memiliki pimpinan baru. Kelima pimpinan tersebut dipilih oleh DPR RI dalam hal ini Komisi III setelah sebelumnya diseleksi oleh sembilan Srikandi yang tergabung dalam Panitia Seleksi (Pansel) KPK bentukan Presiden Joko Widodo.

Kelima pimpinan KPK terpilih adalah Saut Situmorang, La Ode Muhammad Syarif, Alexander Marwata, Basaria Pandjaitan dan Agus Rahardjo. Dari kelima pimpinan KPK ini, Agus Rahardjo terpilih menjadi Ketua KPK juga berdasarkan hasil pemilihan anggota DPR RI.

Tentunya kelima pimpinan KPK ini akan melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang ditinggalkan pimpinan yang lama. Salah satunya kasus suap sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi yang melibatkan Akil Mochtar dan sejumlah kepala daerah yang kini telah mendekam dibalik jeruji besi. Namun, dari sembilan kasus sengketa Pilkada, masih ada tersisa kasus suap Akil Mochtar yang melibatkan Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun.

Dalam proses persidangan beberapa waktu lalu, Umar Samiun mengakui telah memberikan uang sebesar Rp 1 Miliar dari total Rp 6 Miliar kepada Akil Mochtar yang ditransfer melalui rekening atas nama CV Ratu Samagat. Perusahaan tersebut dikelolah oleh istri Akil Mochtar.

Pihak KPK sendiri saat dikonfirmasi terkait kasus yang melibatkan Akil Mochtar ini mengaku masih fokus kepada proses penyelidikan yang melibatkan Bupati Empat Lawang dan belum sampai pada sengketa Pilkada Buton. Namun, pihak KPK juga mengaku tengah mengumpulkan minimal dua alat bukti tambahan untuk selanjutnya diproses.

Menanggapi hal itu, Direktur Centre For Budget Analsis (CBA) Uchok Sky Khadafi yang dikofirmasi meminta kepada penyidik KPK untuk segera memanggil Bupati Buton ke KPK untuk dilakukan pemeriksaan. Bahwa KPK saat ini tengah mencari bukti tambahan, menurut Uchok hal itu tidak bisa dijadikan alasan.

“Kalau dalam persidangan Bupati Buton sudah mengakui kalau dia memberi uang ke Akil, berarti KPK sudah punya dua bukti. Pertama, bukti pengakuan Bupati Buton, dan kedua, duit tersebut.  Jadi, tidak alasan buat KPK, bahwa bukti masih dicari,” tegas Uchok, Rabu (23/12).

Olehnya itu, Uchok mendesak kepada KPK agar segera menindaklanjuti bukti-bukti yang sudah dimiliki. Mengenai alasan Bupati Buton menyerahkan uang tersebut karena merasa diancam oleh Akil yang akan menganulir kemenangannya di MK, Uchok mengungkapkan hal itu bukanlah suatu alasan yang bisa digunakan untuk terlepas dari jeratan hukum.

“Mengenai bahwa Bupati Buton diancam, itu diancam oleh siapa? Ini (ancaman) tidak ada kaitan dengan pidana korupsi, kalau ancam-mengancam itu wilayah polisi, silahkan Bupati Buton terlebih dulu lapor ke polisi, sebelum ada transaksi. Ini sudah ke KPK baru bilang diancam. Ini alasan tidak relevan,” tandasnya. (Fajar.co.id)

To Top