MENGHARUKAN… Ini Kata Korban KM Marina Sebelum Karam, Eka: Pa Doakan Ya, Kapal Akan Tenggelam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

MENGHARUKAN… Ini Kata Korban KM Marina Sebelum Karam, Eka: Pa Doakan Ya, Kapal Akan Tenggelam

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wajah sendu Sulman, warga Kolaka, seketika shock. Rautnya berubah pucat dan seketika air matanya tercurah, saat menatap satu dari empat jenazah yang baru tiba dari  Luwu Timur, Rabu (23/12) adalah anaknya Pangeran (3). Empat jenazah ini, korban karamnya KM Marina Baru 2B.

Anaknya Pangeran bersama istrinya Eka Mustika, menumpang kapal nahas itu. Eka hendak membawa Pangeran yang sedang sakit ke Kota Makassar untuk berobat.

Sulman seharusnya bersama istri dan kedua anaknya. Tetapi, dia memutuskan lewat jalan darat dari Kolaka ke Makassar melalui Malili. Tak disangka, kapal yang ditumpangi anak dan istrinya karam.

“Istriku belum ditemukan,” kata Sulman, lemas.

Sebelum KM Marina Baru tenggelam, Eka sempat menelepon dan mengabarkan kondisi kapal yang sudah kemasukan air. “Dia minta doa supaya kapal tidak tenggelam,” ungkapnya.

Jenazah lainnya yang tiba bersama mayat Pangeran teridentifikasi bernama Syahrir Arif, 58 tahun. Semasa hidup, Syahrir menjabat Staf Ahli Bupati Pemkab Konawe. Dua jenazah lainnya belum teridentifikasi.

Syamsul Rijal (60) sepupu almarhum Syahrir Arif, menuturkan, adiknya itu ingin ke Makassar. Dia rindu pada anaknya. Istrinya, Mita, sempat melarang Syahrir untuk menumpang kapal dari Kolaka ke Siwa. Selama ini, mantan camat Unaha itu tak pernah ke Makassar melalui jalur laut.

“Syahrir disuruh naik pesawat namun tetap ngotot naik kapal laut,” ujar Syamsul.

Sebelum kapal tenggelam, kisah Syamsul, pria lima anak itu sempat menelepon istrinya. Dia mengabarkan sudah memakai pelampung karena kapal hampir tenggelam. Setelah itu, sudah tidak bisa dihubungi.

Tiga Mayat Perempuan

[NEXT-FAJAR]

Pencarian korban KM Marina Baru di Perairan Pasitellue Wotu, Luwu Timur membuahkan hasil. Tim gabungan Basarnas menemukan tiga mayat perempuan dewasa yang diduga penumpang kapal karam itu.

Ketiga mayat mengapung di Perairan Wotu dalam kondisi rusak. Kapolsek Wotu, AKP Jamal mengatakan, tim yang beranggota 10 orang menemukan ketiga mayat sekitar pukul 15.00 Wita.

”Mereka melakukan pencarian menggunakan perahu milik nelayan di pesisir Pantai Wotu,” kata Jamal kepada FAJAR, kemarin.

Mayat tiga perempuan ini tiba di Pelabuhan Wotu pukul 17.50 Wita. Kondisinya sudah sangat susah dikenali. Bahkan, salah satu mayat, tubuh bagian perut ke bawah sudah hilang.

Tim Basarnas selanjutnya membawa ketiga jenazah ke RSUD I Lagaligo Wotu, Luwu Timur, untuk diidentifikasi. Proses identifikasi menunggu Tim DVI Polda Sulsel. (wan-shd/rif/ars/jpg)

loading...
Click to comment
To Top