Menimbang Plus-Minus Mou di MU – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Menimbang Plus-Minus Mou di MU

FAJAR.CO.ID, MANCHESTER – Manchester United harus segera berbenah. Mau tak mau mereka harus melakukan itu demi mengembalikan nama besarnya yang seolah tinggal sejarah menyusul kegagalan pihak klub menemukan pengganti sempurna Sir Alex Ferguson.

Pasca pensiunnya Sir Alex pada akhir musim 2012/13 silam, United sempat mencoba David Moyes yang berujung kegagalan dan kini ada Louis van Gaal, yang kiranya juga akan bernasib sama lantaran ia tak kunjung mampu mengangkat prestasi anak asuhnya dalam kurun waktu 18 bulan terakhir.

Meski di musim lalu Van Gaal mampu menebus dosa Moyes yang gagal membawa United ke ajang Liga Champions di musim sebelumnya, namun permainan stagnan yang terkesan tak berkembang membuat suporter mulai bosan dan bahkan mencemoohnya.

Kekalahan 2-1 dari Norwich City pada akhir pekan kemarin membuat posisi Van Gaal kian terdesak. Seperti diketahui, itu merupakan kekalahan ketiga beruntun untuk United di semua kompetisi. Dan lebih dari itu, mereka sudah tidak lagi bisa menang sejak keberhasilan memetik kemenangan di markas Watford pada akhir November, dan mereka kini tengah dalam laju enam laga tanpa menang.

Ada laporan yang mengklaim bahwa pihak klub akan memecat Van Gaal jika tim arahannya kembali kalah saat menyambangi markas Stoke City pada Boxing Day nanti, dan nama Jose Mourinho difavoritkan untuk menjadi suksesornya sebagaimana pria Portugal itu kini tersedia setelah dilengserkan dari kursinya di Chelsea pada pekan lalu.

Mourinho adalah salah satu sosok yang diinginkan fans untuk melatih United, meski tak bisa dipungkiri ada juga yang menolaknya. Terlepas itu, The Special One memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang berpotensi menghadirkan berkah sekaligus masalah untuk United.

Satu sisi yang mungkin sangat dibutuhkan United adalah karakternya yang merupakan seorang juara. Mourinho terbukti sebagai pemenang di sejumlah klub yang ia asuh. Mulai dari FC Porto, Chelsea, Inter Milan sampai Real Madrid, kredibilitas pria 52 tahun ini tidak perlu diragukan lagi.

Mourinho juga merupakan sosok favorit bagi Sir Alex, yang dengan terang-terangan menyebutnya sebagai salah satu manajer terbaik di dunia, selagi pria Skotlandia itu diyakini pernah menginginkannya sebagai penerusnya di Theatre of Dreams namun hal itu ditolak oleh legenda klub seperti Sir Bobby Charlton.

Dalam hal ini, Sir Bobby menolak Mourinho karena ia khawatir dengan perangai dan mulut besar Mou yang bisa mengundang banyak masalah, dan itu merupakan fakta yang tak bisa dibantah menimbang itu sudah menjadi gaya serta karakteristiknya dalam melatih.

Pada 2012 silam, Charlton sempat berkata kepada ITV bahwa ia tidak menginginkan Mourinho sebagai pengganti Sir Alex, yang akan pensiun di akhir musim, mengingat ulahnya yang tidak bisa diterima – salah satunya adalah mencolok mata mendiang Tito Vilanova dalam pertemuan Madrid kontra Barcelona di Piala Super Spanyol 2011.

“Seorang manajer United tidak akan melakukan itu,” buka Charlton, yang menjabat sebagai direksi Setan Merah, waktu itu. “Mourinho memang adalah manajer yang sangat bagus, namun hanya itu yang akan saya katakan.”

Meski begitu, di sini seperti ada kesamaan antara Mourinho dan Sir Alex, di mana keduanya sudah terbukti sebagai pemenang dan sama-sama doyan melakukan segala cara demi memenangkan timnya, termasuk melakukan psy war sampai melindungi pemainnya yang disudutkan banyak pihak.

Sir Alex sewaktu melatih berulang kali melindungi pemainnya seperti Eric Cantona yang bermasalah akibat kasus tendangan kung-fu pada 1995, David Beckham pasca kartu merahnya di Piala Dunia 1998 dan Cristiano Ronaldo yang terlibat cek-cok dengan Wayne Rooney di Piala Dunia 2006 di Jerman.

Mourinho juga demikian, ia siap sedia melindungi pemainnya bahkan tak segan melakukan serangan balik demi menjatuhkan para pencibir. Dan ketika ia melancarkan itu, maka sirkus media takkan berhenti sampai pihak berwenang (FA) datang menengahi dengan memberi sanksi.

Jika United pada akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Mourinho, bisa jadi mereka akan kembali memiliki nama besarnya beserta jaminan pemain terbaik dunia yang kiranya bakal masuk mendampingi sang manajer. Akan tetapi, United perlu berhati-hati karena Mourinho memiliki titik kurang, salah satunya adalah ia yang tidak terlalu cakap mengembangkan bakat dari akademi, dan tak jarang salah melepas pemain seperti kasus Kevin De Bruyne.

Semua mata kini tertuju ke Old Trafford dan kelanjutan nasib Van Gaal. Bukan tidak mungkin sosok berpengalaman itu akan dilengserkan pada akhir pekan ini jika sampai kalah dari Stoke. Dan skenarionya menjadi semakin menarik jika Mourinho jadi melatih United, dengan ia kemudian akan menjalani laga perdananya melawan Chelsea sebelum pergantian tahun.

loading...
Click to comment
To Top