Juli 2016 Badrodin Haiti Pensiun, Siapa Penggantinya? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Juli 2016 Badrodin Haiti Pensiun, Siapa Penggantinya?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala mengingatkan, bahwa tantangan Polri ke depan akan semakin berat. Fenomena buruknya manajemen sumber daya manusia juga masih menghantui.

Di tengah kondisi itu, Polri juga harus menghadapi tantangan yang diprediksi bakal heboh tahun depan: pergantian Kapolri. Sebab, Jenderal Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada Juli 2016.

“SDM Polri sebenarnya sangat gemuk. Namun, jabatan di Polri sudah terbatas. Ini menyebabkan banyak perwira menengah yang menganggur alias tanpa jabatan,” katanya.

Setidaknya, saat ini ada perwira menengah berpangkat Komisaris Besar Polisi sekitar 1.300 orang. Mereka harus bersaing untuk bisa lolos sekolah pemimpin tinggi (Sespimti). Padahal, kuota untuk Sespimti hanya 250 orang.

“Akhirnya banyak sekali perwira menengah yang tidak lolos Sespimti berulang kali. Ini tentunya perlu solusi,” kata Adrianus.

Berbeda dengan pengelolaan di TNI, bila ada perwira yang tiga kali tidak lolos sekolah. Maka, secara otomatis, perwira itu akan mengundurkan diri. “Hal semacam ini perlu untuk dicontoh. Sebab, mereka tidak ingin membebani lembaga,” ujarnya.

Pergantian Kapolri tahun depan, imbuh Adrianus juga akan mengundang momentum yang cukup riskan bagi Polri.

Saat Badrodin menjadi Kapolri, prosesnya cukup dramatis dan panas. Komjen Budi Gunawan yang ditunjuk menggantikan Sutarman ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, Budi mengajukan gugatan praperadilan dan lolos dari hukuman. Rentetan laporan pada pimpinan KPK juga muncul.

Adrianus menjelaskan, memang Kompolnas juga akan mempertimbangkan kemungkinan adanya penolakan masyarakat bila Budi Gunawan diajukan menjadi Kapolri pada 2016. Namun, Budi Gunawan sebagai jenderal bintang tiga tetap memiliki hak untuk bersaing menjadi Kapolri.

“Kami masih mempertimbangkannya matang-matang. Pengajuan Budi Gunawan sebagai Kapolri kemungkinan tetap akan dilakukan. Yang pasti, semua ini akan berujung pada keputusan Presiden Jokowi. Apakah presiden ingin memilih dari Kompolnas atau malah memiliki calon sendiri, semua merupakan kewenangannya,” terangnya. (idr/adk/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top