Perhatikan 10 Tanda Bahaya Kehamilan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Perhatikan 10 Tanda Bahaya Kehamilan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Selain pernikahan yang indah, kehamilan menjadi hal yang ditunggu-tunggu bagi pasangan suami istri. Jjangan anggap remeh, sebab beberapa kejadian bisa pertanda bahaya bagi kehamilan.

Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Wahidin Sudirohusodo, drIsharyah Sunarno Sp OG (K) menuturkan ada 10 bahaya kehamilan yang patut di waspadai. Pertama adalah gerak janin berkurang.

Sebagai tindakan awal, lanjutnya ibu dapat mencoba untuk makan dan minum serta istirahat dengan baring. Kemudian dilakukan penilaian ulang. “Jika gerakan janin masih kesan lebih sedikit dibanding biasanya, maka merupakan salah satu tanda bahaya kehamilan,” terangnya.

Tanda yang kedua adalah pusing berkepanjangan. Saat terjadi pusing yang berkepanjangan, dokter yang akrab disapa Ay ini mengatakan yang ditakutkan pada kejadian ini adalah tanda keracunan kehamilan. Penyebab lain yang lebih ringan adalah anemia dalam kehamilan. Tanda yang ketiga suhu tubuh tinggi.

Demam tinggi perlu mendapat perhatian khusus karena infeksi yang mengenai ibu dapat menular ke janin yang dikandungnya. Selanjutnya adalah jantung berdebar.

“Jantung berdebar dapat merupakan tanda adanya masalah jantung. Beberapa keadaan lain yang lebih ringan adalah dehidrasi, anemia berat, serta penyakit tiroid,” katanya.

Yang kelima adalah pembengkakan di betis hingga kaki. Keadaan ini juga dapat merupakan tanda keracunan kehamilan. Keadaan lain yang berhubungan dengan kaki bengkak adalah trombosis vena (DVT), suatu kondisi yang berpotensi mengancam jiwa Anda disebabkan oleh gumpalan darah yang terjadi pada organ-organ yang membengkak.

Keenam adalah perdarahan pada kehamilan muda kemungkinan disebabkan oleh ancaman keguguran atau keguguran sedang berlangsung. Sedangkan pada kehamilan tua dapat karena kelainan letak plasenta. Ketujuh penglihatan kabur yang merupakan tanda awal keracunan kehamilan disertai kejang (eklamsia).

Angka kematian ibu akibat eklamsia di Indonesia masih cukup tinggi. Dapat juga terjadi kematian janin dalam rahim akibat dari keadaan ibu yang kejang. Kedelapan pingsan. Keadaan ini dapat merupakan tanda masalah serius seperti masalah peredaran darah atau masalah jantung sehingga otak tidak mendapat asupan oksigen yang cukup.

Kesembilan nyeri berulang di perut atau dada. “Jika terjadi pada kehamilan dini, dapat merupakan tanda kehamilan di luar kandungan; sedangkan jika terjadi pada kehamilan lanjut, dapat merupakan tanda terlepasnya plasenta yang mengakibatkan kematian janin,” tambahnya.

Terakhir adalah keluar cairan deras dari kemaluan pada kehamilan lanjut. Ini dapat merupakan tanda ketuban pecah sebelum waktu dan sangat membahayakan kehidupan janin dalam rahim.

loading...
Click to comment
To Top