Politisi PDIP Biang Kegaduhan Bangsa, JK adalah Jalan Keluar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Politisi PDIP Biang Kegaduhan Bangsa, JK adalah Jalan Keluar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu yang menuding Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai sumber kegaduhan bangsa sangat keliru dan tidak etis. Terlebih lagi, Masinton adalah salah satu politikus partai pemerintah yang mengusung pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla dalam pilpres 2014 lalu.

Menurut Muhammad Risman Pasigai sejatinya Kader PDI Perjuangan dalam melakukan kritikan kepada Jokowi maupun JK harus dengan saluran Partainya sendiri tidak dengan cara mengumbar ke media yang cenderung spekulatif dan mengarah ke fitnah yang keji terhadap JK. Atas sikap Masinton tersebut, Risman Pasigai menduga PDI Perjuangan sudah merasa tidak bersama lagi dengan Pemerintahan Jokowi – JK.

“Kalau kita mau jujur Justru Kader PDIP lah yang banyak menimbulkan kegaduhan dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan ke publik yang mengarah terhadap pemerintahan Jokowi-JK, yang dimana mereka sendiri yang mengusungnya pada pemilihan Presiden dan wakil presiden beberapa tahun yang lalu, kita bisa melihat datanya, mulai dari pernyataan Efendy Simbolon, Rieke Dian Pitaloka yang banyak mengeluarkan pernyataan penyesalan dan menyalahkan pemerintahan Jokowi,” jelas Risman Pasigai.

Risman Pasigai memaparkan, sebelumnya juga pernah terjadi kegaduhan dalam bidang hukum. Dimana Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat itu Abraham Samad terjerah hukum hingga muncullah istilah Rumah Kaca KPK. Kejadian yang sempat menyita perhatian publik ini juga dimotori oleh Sekjend PDIP pada saat itu.

“Nah, ketika posisi JK sebagai Wapres yang cenderung menjadi penengah terhadap situasi yang mengemuka dikalangan masyarakat, dinilai oleh mereka seolah-olah JK berada di balik kegaduhan tersebut pada hal JK lah sosok negarawan yang yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk selalu melakukan komunikasi dan memberikan informasi kepada publik agar kegaduhan itu tidak terjadi,” paparnya.

Mengenai kejadian-kejadian lainnya seperti kejadian kerusuhan Tolikara Papua. Yang mana pada saat masyarakat membutuhkan pemerintah terhadap masalah-masalah kebangsaan dan kerakyatan, serta pruralisme rakyat, justru kembali memunculkan kegaduhan lain. “Kegaduhan awal yang terjadi di DPR RI dimana Kader PDIP yang mempelopori DPR RI tandingan, kita semua masih mengingat bagaimana Menteri Hukum-HAM yang nota benenya adalah Kader PDIP dalam mencitakan kegaduhan terkait PPP dan Partai Golkar dengan mengeluarkan SK pengesahan yang kemudian dianulir oleh Pengadilan,” tegasnya.

[NEXT-FAJAR]

Disamping itu, Risman Pasigai juga menyindir salah satu politikus PDIP yang tertangkap kamera dan fotonya beredar tengah tidur diruang saat sidang tengah berlangsung. Teranyar adalah kasus Papa Minta Saham yang mana Fraksi PDIP saat itu yang paling ngotot untuk dilakukan pencopotan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto.

“Dalam kasus papa minta saham, PDIP paling ngotot copot SN dengan gerakan SAVE DPR, belum lagi Puan Maharani yang sampai saat ini masih rangkap jabatan antara anggota DPR RI dengan Menko PMK. Terlalu banyak kegaduhan yang dilakukan oleh mereka Kader PDIP yang mereka tidak sadari, ibaratnya MALING TERIAK MALING,” ujarnya.

Olehnya itu, Risman Pasigai berpendapat, pernyataan Masinton Pasaribu sangat gegabah dan bisa menjadi sumber kegaduhan yang baru di bangsa ini. Sementara masih terlalu banyak kepentingan rakyat yang perlu disuarakan ketimbang mengeluarkan pernyataan yang tidak memiliki data akurat yang bisa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar. “Rakyat menunggu bakti kalian baik sebagai PDIP pemenang pemilu maupun sebagai Partai Pemerintah. Masih terlalu banyak janji-janji Jokowi yang belum di laksanakan dan belum dirasakan oleh rakyat, rakyat butuh kesejahteraan, rakyat butuh kedamaian, rakyat butuh darma bakti kalian, bukan kegaduhan demi kegaduhan,” pintanya.

“Yang kami harapkan berhentilah memojokkan JK, beliau adalah negarawan yang mendedikasikan waktunya untuk bangsa ini, beliau salah satu putra terbaik bangsa ini yang banyak memberikan perubahan dan perbaikan akan situasi bangsa, berhentilah bersandiwara politik, rakyat butuh kesejahteraan, rakyat butuh kepastian, wujudkanlah Nawa Cita seperti janji kalian. Berhentilah membuat kegaduhan hanya karena kepentingan pencitraan anda dan partai kalian. JK adalah penyeimbang dari dinamika kenegaraan yang kalian hadirkan secara amburadul, JK akan selalu hadir dihati rakyat dengan cara dan gayanya dalam membangun negeri ini, JK adalah tokoh perdamaian baik secara nasional maupun internasional, bukan tokoh kegaduhan seperti kalian,” tandasnya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top