Puncak Okupansi Hotel Diprediksi Terjadi di Malam Tahun Baru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Budaya & Pariwisata

Puncak Okupansi Hotel Diprediksi Terjadi di Malam Tahun Baru

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur optimistis akhir tahun selalu menjadi puncak okupansi hotel di Surabaya. Diperkirakan saat malam pergantian tahun inilah rata-rata okupansi hotel di Surabaya mencapai 90 persen.

Ketua PHRI Jawa Timur, M Sholeh mengatakan bahwa hal tersebut sudah menjadi tren tahunan. Momen tersebut juga selalu dimanfaatkan oleh pihak hotel untuk menjaring tamu sebanyak-banyaknya.

“Untuk hotel di Surabaya biasanya mulai ramai sejak tanggal 29 Desember, namun okupansinya belum optimal, baru sekitar 80 persen dan itu bertahan sampai tanggal 30 Desember,” papar Sholeh kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

Baru pada tanggal 31 Desember, lanjut Sholeh, okupansi rata-rata hotel di tengah kota bisa mencapai 100 persen dan di pinggiran kota sekitar 80 persen.

Jadi, okupansi rata-rata hotel di Surabaya saat pergantian tahun sekitar 90 persen. Sedangkan pada hari-hari biasa okupansinya sekitar 65 persen.

Ditambahkan Sholeh, sebagian besar tamu yang menginap adalah warga lokal Surabaya dan sekitar Jatim saja, tidak banyak yang dari luar kota, bahkan luar negeri.

Dikarenakan di Surabaya saat malam pergantian tahun belum memiliki event bertaraf nasional ataupun internasional yang mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

“Entah itu event di pusat-pusat keramaian atau di hotel-hotel dari tahun ke tahun belum banyak perubahan. Masih hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, masih seputar live music, magician, dance, stand up comedy, atau gala dinner. Jadi tamu hotel atau wisatawan ya itu-itu aja,” jelasnya.

Berbeda dengan daerah lain yang menjadi pusat destinasi wisata seperti Malang, Batu, dan Tretes, dimana wisatawan selalu menghabiskan waktu di lokasi itu lebih dari dua hari.

Sedangkan Surabaya hanya sebagai kota transit untuk belanja, sehingga wisatawan kebanyakan hanya menginap satu atau dua malam.

Akan tetapi para pengelola hotel terus berupaya meningkatkan dan berinovasi dalam membuat event pergantian tahun agar satu hotel dengan lainnya tidak sama sehingga memiliki segmen masing-masing.

Sholeh berharap ke depan semua pihak yang terkait, seperti pengelola hotel, pengusaha travel, asosiasi dan pemerintah dapat bersatu dan berkoordinasi untuk mempromosikan dan membuat event dengan skala besar, sehingga dapat mendorong kunjungan wisata, khususnya ke Surabaya.

“Di luar itu, momen akhir tahun tetap menjadi peak season bagi perhotelan ditengah kompetisi yang semakin ketat karena semakin banyaknya hotel,” tukasnya. (nur/hen/jawapos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top