Bupati Terpilih Abaikan Proyek Miliaran – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Bupati Terpilih Abaikan Proyek Miliaran

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Program yang telah dibangun pemerintahan sebelumnya ternyata hanya akan jadi kenangan. Pasalnya, pasangan AM Sukri Sappewali dan Tomy Satria yang mendapat suara terbanyak dari empat paslon pesaingnya perebutan kursi bupati dan wakil bupati di bulukumba. Meski belum dilantik, pasangan yang bertagline “ST15″ini sudah memutuskan akan tidak melanjutkan yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya, termasuk program pamungkas Zainuddin – Syamsuddin yakni pembangunan “Water Front City”. Padahal proyek ini diketahui telah menelan anggaran Rp 5 hingga 10 miliar diambil dari APBD sejak 2013.

Calon Wakil Bupati Tomy Satria mengungkapkan, ada empat pro yang ia prioritas untuk lima tahun kedepan. Kelimanya adalah, harus pro terhadap kemiskinan, penempatan kerja, ekonomi, serta lingkungan. Menurutnya, pembangunan Water Front City itu tidak sama sekali pro terhadap daerah, bahkan dianggap akan merusak daerah yang dijuluki Bumi Panrita Lopi ini.

“Kalau dari analisa kami water front city tersebut tidak masuk. Makanya kami anggap itu tidak layak akan kita lanjutkan ke depannya,” tegas Tomy kepada FAJAR, Selasa 29 Desember.

Menurutnya, masih banyak anggaran yang perlu ketimbang menghabiskan kepada pembangunan yang tak berguna tersebut. Misalnya, kata Tomy, memberikan alokasi anggaran khusus kepada pedesaan. “Alokasi anggaran ke desa supaya pemberdayaan di setiap desa tersebut berkembang. Refitalisasi tersebut yang akan kami perkuat, bukan yang lain,”jelasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba sebelumnya memastikan pembangunan waterfront city (WFC) akan tetap berjalan. Bahkan saat ini, fase pertama proyek multi years telah berjalan.

Dimana, pada fase pertama ini, pekerjaan difokuskan pada pembuatan tanggul pemecah ombak di sepanjang pesisir pantai Kelurahan Bintarore dan Pantai Merpati hingga sebagaian pesisir Kelurahan Ela-ela. Awalnya, keberadaan WFC akan menghindari dampak bencana abrasi yang mengancam pesisir pantai kota Bulukumba. Selain itu, kawasan yang akan menjadi pusat wisata kuliner dan perbelanjaan ini secara otamatis juga mendong perekonomian dan taraf hidup masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar pesisir pantai.

WFC ini juga telah sesuai Perda No. 21/2012 tetang Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Bulukumba. Dimana pada pasal 51 disebutkan WFC merupakan kawasan strategis daerah. (FAJARONLINE.COM/mustaqim)

Click to comment
To Top