Diskusi HMI Sulselbar: Negara Sering Melupakan Program Pembangunan Moral – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Diskusi HMI Sulselbar: Negara Sering Melupakan Program Pembangunan Moral

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sinergitas diantara aparat penegak hukum, menjadi perbincangan menarik dalam diskusi yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Sulselbar, Senin 28 Desember, di Roemah Kopi Alauddin.

HMI menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Wakil Direktur Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sulsel, AKBP Turman Siregar, Kasi Intel Kejati Sulselbar, Zaenul A Nawir, Dosen UINAM Ahkam Jayadi, Staf Badan Pekerja Anticorruption Committe (ACC) Wiwin Suwandi, serta pemerhati korupsi dari HMI, Sufirman.

Turman mengungkapkan, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, mencatat kasus korupsi yang diselesaikan sepanjang tahun ini, mencapai 82 kasus. Itu sudah melebihi taget. Namun, diakui beberapa kasus belum rampung.

Ahkam Jayadi menyebutkan, salah satu persoalan penting yang dilupakan pemangku kebijakan terkait penegakan hukum adalah moralitas dan akhlak. Negara memberi anggaran besar untuk penindakan kasus korupsi. Tapi, urusan pengembangan moral, dan akhlak yang seharusnya dilakukan sejak kecil, tidak mendapat perhatian.

Turman Siregar membenarkan. “Meskipun tenaga kepolisian ditambah, tenaga pengamanan diperkuat, kejahat atau aksi anarkisme tetap terjadi, kalau moral masyarakat memang buruk,” jelas dia.

Dalam diskusi tersebut, Wiwin Suwandi menyebutkan betapa mudahnya hukum dimainkan, lantaran moral yang rendah. “Ada pengusaha yang ditetapkan tersangka, lalu status tersangkanya dicabut,” tambahnya.(hasbi/FAJARONLINE)‎


 

 

To Top