Jaksa Agung Minta Tolong Interpol Cari Riza Chalid – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Jaksa Agung Minta Tolong Interpol Cari Riza Chalid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jaksa Agung M Prasetyo memastikan pengusaha minyak M Riza Chalid tidak akan dibiarkan leluasa di luar negeri. Sebab, kesaksian Riza dibutuhkan dalam rangka pengusutan kasus dugaan pemufakatan jahat dalam pertemuan antara Setya Novanto dengan bos PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsoeddin.

Prasetyo mengatakan, saat ini pihaknya masih bekerja sama dengan Polri guna mengupayakan pemanggilan terhadap sohib kental Novanto itu untuk dimintai keterangan. “Saya akan kerja sama dengan Polri karena mereka yang punya jaringan Interpol,” kata Prasetyo saat ditemui usai menghadiri acara peresmian gedung baru KPK, Selasa (29/12).

Sejauh ini, Kejagung dalam penyelidikan kasus itu telah meminta keterangan Menteri ESDM Sudirman Said dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin. Penyidik di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung juga sudah memeriksa anak buah Setya Novanto, serta mengamankan rekaman pembicaraan tentang pertemuan yang beken dengan sebutan Papa Minta Saham itu.

Lantas kapan kasus itu akan naik ke tahap penyidikan? Prasetyo mengatakan, tim di Jampidsus yang menangani perkara itu masih mengevaluasi keterangan-keterangan sejumlah pihak sebelumnya. “Kita penyelidikan untuk saat ini. Kita harus evaluasi dulu,” ujar mantan anggota DPR dari Partai NasDem itu.

Kejaksaan saat ini sedang menyelidiki dugaan pemufakatan jahat berujung tindak pidana korupsi oleh Setya. Dugaan pemufakatan jahat ini muncul setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) karena diduga mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden dalam upayanya membantu perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia.

Pencatutan diduga dilakukan saat Setya menggelar pertemuan dengan Maroef dan Riza di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta pada 8 Juli 2015. Percakapan dalam pertemuan itu diam-diam direkam oleh Maroef. Dia juga yang kemudian melapor pada Menteri ESDM. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top