Para Pembawa Obor Peradaban ke Tanah Eropa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Samudera Ilmu

Para Pembawa Obor Peradaban ke Tanah Eropa

Risalah Islam datang untuk membebaskan manusia. Membebaskan dari gelapnya kesyirikan dan kebodohan menuju cahaya wahyu yang terang lagi benderang. 

Catatan:
Sahel Abdullah Wartawan FAJAR dari Spanyol

DI ANTARA nama para mujahid, pembawa risalah mulia ke tanah Eropa, yang tersohor adalah Tarif Ibnu Malik, Tariq Ibnu Ziyad, dan Musa Ibnu Nushair.
Tarif Ibnu Malik adalah pahlawan Islam pertama yang membuka jalan rintis bagi penaklukan semenanjung Iberia, atau yang dikenal dengan Andalusia (sekarang Spanyol dan Portugal).

Estafet perjuangan kemudian dilanjutkan oleh Tariq Ibnu Ziyad, yang menyempurnakan tugas penaklukan dan akhirnya berhasil sempurna. Selain itu, disusul lagi oleh Musa Ibnu Nusahir.

Salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan mereka, dan mampu menancapkan pilar pemerintahan Islam di bumi Iberia, adalah karena hati warga Iberia telah tersentuh dengan sistem pemerintahan Islam yang berjalan baik dan adil.
Risalah yang dibawa, telah berhasil menaklukkan Andalusia, dan juga menaklukan hati penduduknya.

Sejak saat itu, roda pemerintahan berjalan, lembaga-lembaga pemerintahan dan pendidikan yang Islami berkembang dengan pesat. Ratusan ilmuwan dilahirkan. Dari ilmu hadis dan tafsir hingga ilmu kedokteran.

Di antara ulama tafsir yang paling dikenal hingga saat ini adalah Imam Qurthubi, dengan kitab fenomenalnya Tafsir Qurthubi, Al Jami Li Ahkam Alquran.

Sementara di bidang kedokteran yang paling terkenal adalah Ibnu Rusyd. Tidak hanya mahir dalam bidang kedokteran, Ibnu Rusyd juga ahli dalam ilmu arithmetic dan hukum. Ibnu Rusyd, oleh orang Eropa dikenal dengan Averros.
Dan terdapat banyak para ilmuwan Islam yang lahir dari masa keemasan Islam tersebut, namun, karya-karya mereka yang hilang setelah lewat masa inkusisi.

Tragedi inkusisi, tragedi yang menjadi saksi sejarah atas ketidakadilan dan keserakahan. Imperium yang menjadi tempat berteduh antara muslim dan non-muslim itu, akhirnya ditumbangkan.

Simbol-simbol kemegahan dan Islamnya disulap menjadi museum. Warganya yang memegang prinsip iman, beserta rajanya terusir dari tanah Andalusia. Lalu sejak itu, Islam menjadi asing. (*)

loading...
Click to comment
To Top