Hampir Setiap Hari Ada Laporan Kehilangan Motor di Samarinda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Hampir Setiap Hari Ada Laporan Kehilangan Motor di Samarinda

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – 2015 sudah ditinggalkan, sekarang waktunya menyongsong awal tahun. Namun, bagi aparat penegak hukum, sejumlah rapor merah masih tertulis di catatan kriminal yang terjadi di Samarinda. Polisi mesti kerja ekstra. Kasus pencurian, khususnya kendaraan bermotor (curanmor), menjadi atensi keras untuk bisa diungkap polisi. Bayangkan saja, data yang ada di polisi menyebtkan bahwa di tahun 2015 ada 646 motor yang disikat maling. Yang menarik juga, makin banyak suami di Samarinda yang ringan tangan kepada istrinya. Ya, kasus kekerasan dalam rumah tangga melonjak menjadi 115 kasus.

Dalam rilis akhir tahun jajaran Polresta Samarinda di ruangan rapat kapolresta, sejumlah awak media disuguhkan sejumlah data kepolisian. Berdasarkan keterangan yang dibeberkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Setyobudhi Dwiputro, curanmor menjadi perhatian. “Hampir setiap hari laporan warga kehilangan motor, namun kami juga minta peran serta masyarakat untuk tidak lengah,” jelas Setyobudhi.

Pasalnya, dalam persentase, penyelesaian kasus tersebut di bawah 50 persen. Angka tersebut menjadikan acuan jajaran Satreskrim Polresta Samarinda serta beberapa polsekta di Samarinda yang terus diminta mengungkap kasus kejahatan.

Setyobudhi menyebut, dalam beberapa kasus pencurian, para pelaku sebagian merupakan pemain lama yang sudah keluar masuk jeruji besi. Perwira yang sebelumnya menjabat di Polda Metro Jaya itu menilai, seharusnya para pelaku yang sudah berstatus residivis bisa dihukum lebih berat dari sebelumnya. Khusus kasus yang persentasenya di bawah 50 persen, perwira berpangkat melati tiga itu sudah menginstruksikan kepada jajaran untuk sebanyak-banyaknya mengungkap kasus tersebut.

Ia membeberkan, beberapa anggota polri yang bermasalah. “Saya tidak mau anggota saya rusak karena narkoba, jika tidak bisa dibina langsung pecat,” tegasnya. Dalam catatannya, tiga anggota Polresta Samarinda terancam dipecat tidak hormat. Dalam penjelasannya pula, dia menjelaskan, bakal memantau sejumlah pintu masuk di Samarinda terkait peredaran narkoba.

Disinggung kejahatan cyber, ia mengaku, kesulitan mengungkap kasus tersebut. “Banyak melalui penipuan penjualan online,” tegasnya. Namun, pria yang sudah hampir setahun menjabat di Samarinda tersebut menegaskan tetap bisa mengungkap kasus kejahatan di dunia maya. (*/dra/waz/k9/prokal.co)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top