Pengusaha Ditebas, Uang Rp 146 Juta Dibawa Kabur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Pengusaha Ditebas, Uang Rp 146 Juta Dibawa Kabur

FAJAR.CO.ID, PRAYA – Aksi perampokan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah. Kali ini, menimpa Sulaka Arif alias Amaq Indra, 46 tahun warga Desa Penujak Kecamatan Praya Barat. Pengusaha ini disatroni kawanan rampok bersenjata tajam (sajam) sekitar pukul 02.02 Wita, Rabu (30/12) lalu. Komplotan rampok bercadar ini masuk kedalam rumah korban dengan cara merusak daun pintu rumah korban.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Agung Darmawan menuturkan, korban sempat terbangun dalam kejadian ini. Namun, korban dan keluarganya tidak bisa berkutik karena langsung ditodong sajam saat terbangun. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian leher dan pundaknya akibat tebasan sajam.

“Korban luka 5 centimeter di bagian bahu dan lehernya akibat tekanan sajam. Belum kita tahu apakah ditebas atau tidak, yang jelas ada luka,” tutur Agung, kemarin (30/12).

Dalam aksinya, komplotan rampok yang diperkirakan berjumlah 8 orang ini berhasil menguras harta korban. Diantaranya uang tunai senilai Rp 145 juta, cincin emas 2 gram, dua unit handphone (HP) merek Samsung dan Blackberry. Sehingga total kerugian yang dialami korban ditaksir Rp 146 juta lebih.

Waktu kejadian, terang Agung, beberapa tetangga korban sempat terbangun mendengar kegaduhan itu. Namun, mereka tidak berani keluar karena langsung diancam kawanan rampok tersebut.

Mereka tidak bisa berkutik dan tidak berani berteriak meminta tolong. “Saat beraksi, kawanan rampok ini ternyata telah menjaga rumah tetangga korban juga,” ungkapnya.

Setelah perampok ini kabur, barulah tetangga korban berani mendekat. Mereka kemudian membawa korban ke Puskesmas Penujak, untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialaminya.

Setelah mendapatkan laporan, anggota kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Sekarang masih kita selidiki kasus ini,” ujarnya.

Ditambahkan perwira balok tiga ini, aksi perampokan ini berubah haluan pada musim hujan ini. Jika musim panas mereka beraksi di jalanan, musim hujan ini mereka beraksi ke rumah penduduk. “Ini juga masih kita selidiki,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun Radar Lombok (Jawa Pos Group), Sulaka Arif diketahui baru saja menjual tanahnya dengan harga Rp 145 juta. Konon, uang ini akan digunakan korban untuk membiayai anaknya yang ingin melamar sebagai polisi. Tapi, belum saja uang digunakan para perampok ini malah mendahuluinya. “Katanya sih itu hasil jual tanah karena anaknya mau daftar polisi,” ungkap warga setempat, Hamdi. (cr-ap/jpg/ipol)

loading...
Click to comment
To Top