Pria Tewas Mengenaskan Karena Rebutan Lahan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Pria Tewas Mengenaskan Karena Rebutan Lahan

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Meninggalnya Herman Andarias secara tragis, menyisakan teka-teki bagi keluarganya. Hendrik (32), salah seorang anak korban menuturkan, saat ditemukan, ia melihat tubuh ayahnya terdapat luka di kepala. Ada juga bekas pukulan di badan dan sayatan benda tajam di salah satu lengan ayahnya. Hendrik menduga, ayahnya meninggal tak wajar.

“Bocor di belakang (kepala,red.), lebam di sini, masa kepolisian tidak boleh menggambarkan sedikit pun, bahwa masalahnya ini ada unsur pembunuhan atau kekerasan,” ujar Hendrik, kemarin (31/12).

Tati, anak korban lainnya membenarkan hal itu. “Di sini nya (lengan,red.) robek, kayak habis kena parang. Seperti habis disiram air panas,” cetus wanita yang berdomisili di Gang Tambak, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, itu.

Menurutnya, dalam seminggu terakhir, Ayahnya memang sedang serius menghadapi kasus sengketa lahan di Balikpapan. Karena persoalan itu pula, Ayahnya lama menetap di Kota Beriman –julukan Balikpapan-.

Hanya sesekali ke Tarakan melihat anak dan rumahnya yang sedang dibangun. Hasil sidang di Balikpapan sebenarnya memberikan kabar gembira bagi Herman Andarias karena memenangkan sengketa lahan seharga Rp 8 miliar. Namun, di balik kemenangan itu, Tati mengaku, ayahnya beberapa kali diancam oleh orang tak dikenal.

“Dia selalu diteror sama orang,” ucap Tati, kepada media ini, kemarin.

Sementara itu, sehari setelah ditemukan mayatnya, sanak saudara korban tiba di Tarakan untuk melihat kondisi jenazah di RSUD Tarakan.

Namun, nasib keluarga korban yang sebagian besar berdomisili di luar Tarakan ini jadi terkatung-katung lantaran hingga kemarin (31/12), belum mendapat kepastian hasil visum dari RSUD melalui Polres Tarakan.

Pria yang mengaku pernah masuk penjara ini, pagi kemarin mendatangi Mapolres Tarakan untuk mencaritahu hasil visum ayahnya. Namun sayang, tak mendapat hasil yang diharapkan.

Tak sampai di situ, pada sore hari sekira Pukul 15.30 Wita, Hendrik kembali mempertanyakan hasil visum jenazah ayahnya saat aparat kepolisian mendatangi keluarga korban di rumahnya. Tapi, mereka justru diminta datang ke Mapolres Tarakan untuk memberikan keterangan. Keluarga korban pun kesal.

“Kami minta keterangannya saja bagaimana hasilnya. Pasalnya banyak sekali keganjilan. Sampai sekarang belum ada,” ujar Hendrik kepada Bulungan Post, kemarin.

Ia menilai, keluarga korban seolah di pingpong untuk mendapatkan hasil visum ini. Pasalnya, pihak RSUD Tarakan juga tak mau memberi keterangan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Tarakan.

Akibat ketidakjelasan ini, pihak keluarga belum tahu kapan jenazah akan dikebumikan karena masih menunggu hasil visum dari RSUD. Jenazah rencananya akan dibawa ke Nunukan untuk dimakamkan.(*/jd/*/mrs/asa)

loading...
Click to comment
To Top