Menanti Keseruan Baru MotoGP 2016 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Menanti Keseruan Baru MotoGP 2016

FAJAR.CO.ID – Tahun 2015 telah lewat. Musim balapan MotoGP yang menawarkan keseruan baru tidak lama lagi akan dimulai. Ada episode drama musim ini yang menarik untuk diketahui ujungnya. Selain banyak babak baru akan dimulai.

Dari episode lama, penggila MotoGP masih menunggu-nunggu kelanjutan drama perseteruan antara Velentino Rossi dan Marc Marquez. Tentu dengan aktor pendukungnya Jorge Lorenzo di antara keduanya. Konflik segitiga itu belum ada kata akhirnya meski kalender 2015 sudah lewat.

Ketiganya sama-sama berharap hubungan mereka akan normal lagi satu hari nanti. Namun di saat yang sama untuk berkomunikasi satu sama lain saja mereka belum sempat. Balapan pembuka di Qatar sudah nyaris dipastikan akan kembali ditumpahi penonton demi menyaksikan kelanjutan drama tersebut di atas trek.

Tahun depan juga menjadi momen perombakan regulasi besar-besaran. Terbesar setelah bergantinya era mesin berkubikasi 800 cc ke 1000 cc pada 2012. Yakni standarisasi penggunaan electronic control unit (ECU) dan beralihnya pemasok ban dari Bridgestone ke Michelin.

Salah satu konsekuensi besarnya adalah tidak ada lagi perbedaan kasta antara pembalap kelas factory dan open seperti berlaku musim ini. Dengan penyeragaman ECU tersebut diprediksi kesenjangan balap antara rider-rider utama pabrikan dengan tim satelit dan independen akan menipis. Karena diperkirakan laju motor tak sekencang musim ini dan bisa terpangkas hingga setengah detik per lap.

Namun itu bisa jadi akan berbuah manis bagi Honda. Sudah diakui oleh pabrikan berlogo sayap terentang itu bahwa mesin RC213V generasi 2015 terlalu agresif. “Itu adalah kesalahan terbesar kami,”ucap Vice President HRC Shuhei Nakamoto begitu mesin tersebut dijajal pada uji coba pra musim 2015. Tidak ada yang bisa dilakukan setelahnya karena aturan engine freeze.

Musim depan Honda diprediksi bakal bangkit. Permasalahan mesin yang sudah diidentifikasi akan berdampak pada perubahan substansial pada generasi 2016. “Mesin baru punya potensi lebih baik dibandingkan dengan yang lama. Tapi kami masih jauh dari level terbaik,” kesan Marquez usai melakoni tes terakhir di Jerez.

Masih adalah keluhan saat motor keluar dari tikungan. Terlalu bertingkah. Namun belum diketahui sumber masalahnya karena elektronik baru atau mesinnya. Tapi Honda punya tiga kali uji coba pra musim untuk menuntaskan urusan tersebut sebelum seri pembukaan di Qatar, Maret nanti.

Lalu, semua penggemar Suzuki menunggu gebrakan besar yang akan dilakukan musim depan. Di tahun debutnya kembali ke MotoGP, Suzuki mendulang sukses. Jauh tertinggal dalam urusan teknologi dengan pabrikan lainnya tak membuat skuad yang terakhir meraih gelar juara dunia 15 tahun silam itu kedodoran.

Mengamankan empat kali start di baris terdepan, termasuk 1-2 di Catalunya. Capaian terbaiknya adalah finis enam besar sebanyak tiga kali. Musim depan menyaingi Ducati menjadi incaran.

Hebatnya penampilan Suzuki di sesi kualifikasi sangat terbantu karena konsesi kelas factory 2 dimana tim dalam kelompok ini mendapat akses terhadap pengembangan mesin sepanjang musim. Sama dengan Ducati. Tapi tahun depan Ducati kehilangan konsesi tersebut. Artinya Suzuki bisa akan menjadi tim yang paling kompetitif dengan jatah pergantian mesin lebih banyak (9), kesempatan tes lebih sering, dan tidak terkena aturan engine freeze.

Selain itu Suzuki sudah resmi menjajal seamless gearbox. Hasilnya hebat. Hanya Suzuki tim pabrikan yang belum memasang suku cadang canggih itu selama musim 2015. “Ini akan menjadi motor yang benar-benar baru,”terang rider uji Suzuki mengenai GSX-RR generasi 2016.

Satu lagi yang patut ditunggu adalah penampilan Casey Stoner bersama Ducati. Memang kabar soal wildcard untuk rider Australia itu belum dikonfirmasi. Tapi rasanya bukan hal mustahil juara dunia MotoGP dua kali itu akan turun membalap lagi. Kalau itu terjadi, siap-siap saja penggila MotoGP menyaksikan sengitnya pertempuran antara Marquez vs Rossi vs Lorenzo vs Stoner. (cak/indopos)

loading...
Click to comment
To Top