Jaksa Agung Diminta Tuntaskan Kasus yang Libatkan Hary Tanoesoedibjo – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Jaksa Agung Diminta Tuntaskan Kasus yang Libatkan Hary Tanoesoedibjo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kejaksaan Agung diminta menuntaskan kasus mobil 8 Telecom yang melibatkan Hary Tanoesoedibjo (HT). Jika berhasil, kata Pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, itu bisa mengangkat reputasi Jaksa Agung M Prasetyo di 2016.

“Kasus Mobil 8 PT Telecom soal restitusi pajak Rp10 miliar itu bisa menjadi sebuah prestasi bagi Kejaksaan Agung bila dituntaskan sesegera mungkin,” ungkap Siti Zuhro saat dihubungi, Sabtu (2/1).

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Pangi Sarwi Chaniago menambahkan, ‎perlu ada gerakan besar dari Korp Adiyaksa di 2016 ini.

Diharapkan semua kasus yang tengah ditangani serta berproses di korps Adhyaksa itu secepatnya diselesaikan. “Bukan bermaksud kompetisi dengan aparatur penegak hukum seperti Kepolisian atau KPK tapi justru sinergitas dari lembaga yang notabenenya menangani masalah hukum,” pungkasnya.‎

Sebelumnya,‎ pada periode 2007-2009 yang lalu, PT Mobile 8 mengadakan ponsel berikut pulsa dengan nilai transaksi Rp 80 miliar. PT Djaya Nusantara Komunikasi ditunjuk sebagai distributor pengadaan.‎ Namun yang terjadi, dua perusahaan itu bersekongkol membuat pengadaan fiktif.

Pada Desember 2007, PT Mobile 8 mentransfer uang kepada PT Djaya Nusantara Komunikasi sebanyak dua kali dengan nilai masing-masing Rp 50 miliar dan Rp 30 miliar.

Pada pertengahan 2008, PT Djaya Nusantara Komunikasi menerima faktur pajak dari PT Mobile 8 dengan total nilai sekitar Rp 114 miliar. Faktur pajak itu diterbitkan agar seolah-olah terjadi transaksi pada dua perusahaan.

Faktur pajak itu kemudian digunakan PT Mobile 8 untuk mengajukan kelebihan pembayaran (restitusi pajak) kepada negara melalui KPP di Surabaya agar perusahaannya masuk bursa Jakarta pada 2009. PT Mobile 8 akhirnya menerima pembayaran restitusi sebesar Rp 10 miliar. Artinya, negara rugi senilai Rp 10 miliar. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top