Pendataan Penerima Tiga Kartu Sakti Tidak Libatkan Aparat Desa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pendataan Penerima Tiga Kartu Sakti Tidak Libatkan Aparat Desa

FAJAR.CO.ID, MALILI – Kepala Desa Angkona, Suproto mengaku pendataan penerima tiga kartu sakti Presiden Joko Widodo tidak melibatkan aparat desa. Kondisi ini membuat kartu sakti berupa kartu Indonesia sehat ( KIS ), Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) dan Kartu Keluarga Sehat ( KKS ) tidak tepat sasaran.

”Pendataan dilakukan langusung BPJS. Makanya jadi boomerang buat kami. Karena kita tidak menahu dan ikut terlibat melakukan pendataan sehingga nama mendapatkan kartu tidak tepat sasaran.

Ada anggapanya masyarakat saat ini pak desanya pilih kasih dan ada juga yang mendapatkan kartu tersebut sudah meninggal, jadi kita sebagai pak desa menjadi sasaran hujatan dan cemoohan dari masyarakat,”kata Suproto didepan anggota DPR RI, Andi fauziah Fujiwatie Hatta saat melakukan kunjungan kerja di aula Kantor Camat Angkona, Minggu 3 Januari.

Suprapto menjelaskan dirinya tidak tahu menahu tentang pendataan dan pemberian kartu tersebut. Sebaiknya kartu tersebut dihilangkan saja daripada menjadi sasaran kritikan.

Semestinya Pemerintah pusat harus belajar di Luwu timur dengan adanya Jaminan Kesehatan Daerah ( jamkesda ) dari data kepala desa. Adanya jamkesda tidak ada masyarakat mengeluhkan untuk mendapatkan jaminan kesehatan maupun fasilitas kesehatan di Luwu Timur. (syahruddin/fajaronline)


 

 

loading...
Click to comment
To Top