BKD se-Kalimantan Minta KemenPAN-RB Dibubarkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

BKD se-Kalimantan Minta KemenPAN-RB Dibubarkan

FAJAR.CO.ID, KALBAR – Presiden Joko Widodo diminta untuk membubarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Tak tanggung-tanggung, permintaan itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Kartius, lewat surat rekomendasi yang dikirimkan kepada Presiden.

Kartius menjelaskan menjelaskan rekomendasi agar Kemenpan-RB dibubarkan merupakan kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi Badan Kepegawaian Daerah, Biro Organisasi, dan Asisten III seluruh Kalimantan. Rakor ini digelar rutin setiap tahun. Pada 2015 Kalbar merupakan tuan rumah.

Ada beberapa kesepakatan dalam rakor itu. Salah satu butirnya merekomendasikan kepada Presiden agar Kemenpan-RB dibubarkan.

“Gubernur Kalbar hanya memberikan surat pengantar kepada Presiden RI (bukan memberi rekomendasi kepada presiden). Rekomendasi ini kesepakatan Kepala BKD, Biro Organisasi, dan Asisten III seluruh Kalimantan. Surat ini juga disampaikan kepada Menpan dan BKN (Badan Kepegawaian Negara) yang ditandatangani oleh saya,” tegas Kartius, seperti dikutip dari JPNN (Fajar.co.id Grup), Senin, (4/1).

Pihaknya merekomendasikan pembubaran Kementerian PAN dan RB, karena Sang Menteri, Yuddy Chrisnandi  sering melecehkan dan tak berpihak kepada pegawai negeri.

“Hari ini kebijakannya lain, besok lain lagi. Contohnya larangan rapat di hotel. Begitu juga larangan pegawai tak boleh mengundang lebih dari 400 orang saat perkawinan, memangnya menggunakan uang negara? Kan pakai uang sendiri,” tegasnya.

Alasan lain, dia melihat selama ini terjadi tumpang tindih kebijakan, dan tidak sinkron. Saat ini sudah ada Badan Kepegawaian Negara, Lembaga Administrasi Negara, dan Ditjen Otda.

Menurut mantan Asisten III Setda Provinsi Kalbar ini, Menpan selalu mengatakan harus kaya fungsi dan miskin struktur. Tetapi setiap tahun bahkan setiap bulan pemerintah pusat selalu mendirikan lembaga atau institusi. Kondisi ini membuat pemerintah daerah menjadi bingung.

“Kalau Menpan mau menertibkan negara, bubarkan saja UPT atau balai di daerah. Sebab tak mungkin satu kapal dua nahkoda,” kata Kartius.

Ia menilai kehadiran UPT dan balai di daerah merupakan pengkhianatan terhadap otonomi daerah. Hal itu juga sebagai bentuk pelecehan terhadap gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. “Mengapa birokrasi daerah lambat, karena semua peraturan itu kan dari pusat. Misalnya pembuatan KTP, SIM, dan sertifikat. Daerah tinggal melaksanakan saja,” tandas Kartius. (zul/rmol)

loading...
Click to comment
To Top