Ngeri… Ini yang Disita dari Tangan Din Minimi Cs – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ngeri… Ini yang Disita dari Tangan Din Minimi Cs

FAJAR.CO.ID, ACEH – Meski sudah menyerah, bagi pihak kepolisian khususnya Polda Aceh, Nurdin Ismail alias Din Minimi masih tetap seorang tersangka. Untuk itu Polda Aceh masih terus menunggu kebijakan dari pemerintahan pusat terkait polemik Amnesti dan arahan penanganan selanjutnya.

”Jadi kita tunggu saja keputusan Presiden, waktunya tidak tahu sampai kapan,” kata Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, kelompok DM CS selama ini diketahui telah melakukan berbagai tindak kejahatan.

Ada sebanyak 28 anggota Din Minimi yang ditangkap dan ditetapkan tersangka. Bahkan 2 orang sudah P21 (tahap 2) atau segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Sedangkan yang sudah diputus oleh Pengadilan sebanyak 21 orang.

Dari hasil operasi penangkapan itu, kata Irjen Husen Hamidi, ada yang meninggal dunia sebanyak 6 orang. Sedangkan korban kelompok kriminasl bersenjata DM Cs sebanyak 17 orang dengan rincian 2 orang meninggal dunia, 15 orang selamat.

Adapun barang bukti yang berhasil disita terdiri dari senjata AK 47 ada 6 pucuk, senjata AK 56 ada 9 pucuk, senjata SS1 V2 ada 1 pucuk, M16 ada 2 pucuk, AR 15 ada 2 pucuk, RPD 1 pucuk, GLM 2 pucuk dan pistol Sigsauer 1 pucuk.

Selain itu pistol FN ada 4 pucuk, amunisi Coll 5,56, 2.489 butir, amunisi Coll 7,62, 1.972 butir, amunisi Coll 9 mm, 173 butir, amunisi GLM, 20 butir, Magazen AK 14, M16, 6, magazen SS1 V2 1 magazen, selongsong peluru 24 butir dan proyektil peluru 2 butir.

Juga ada disita  granat manggis 1 buah, tabung pelontar 1 buah, ranmor roda 4, 3 unit, roda 2, 4 unit, baju kaos, 4 buah, celana 3 buah, baret 2 buah, bendera bulan bintang, 3 lembar, handpone 3 unit, sepatu boot 3 pasang, pakaian loreng 2 buah, handycam, 1 unit, rencong 1 buah, tas pinggang 1 buah, borgol 1 buah, obat-obatan, 1 lembar KTP an. Nurdin Ismail alias Din Minimi dan 1 buah loreng PDL. (imj/afz/JPG)

loading...
Click to comment
To Top