PKL Kudus Merdeka Berjualan di Jalan Protokol – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

PKL Kudus Merdeka Berjualan di Jalan Protokol

KUDUS – Guna mensukseskan acara hari PKL (pedagang kaki lima) yang kedua di Kabupaten Kudus, panitia menggelar rapat evaluasi terakhir yang dipimpin Asisten II Setda, Budi Rahmat, kemarin. Rapat dihadiri seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Kudus serta seluruh camat dan UPT Dinas Pendidikan.
Berdasarkan data terakhir, jumlah PKL yang bakal ikut memeriahkan mencapai 1700 pedagang.
“Itu data sampai tadi pagi. Jumlah itu diperkirakan bertambah sore ini (kemarin). Belum lagi nanti PKL yang tidak mendaftar tetapi juga membuka lapak. Itu kita perbolehkan selama mereka ikut menjaga kerapian dan kebersihan lokasi sekitar,” ujar Kepala Bagian Humas Pemkab Kudus Putut Winarno, di sela-sela mengikuti rapat evaluasi, kemarin siang.
“Semua panitia sudah siap termasuk Satpol PP dan teman-teman dari kepolisian untuk pengaturan lalulintas dan keamanan,” imbuhnya.
Putut Winarno menceritakan asal mula adanya tanggal 5 Januari sebagai hari PKL di Kabupaten Kudus. Pada tanggal tersebut dua tahun lalu, Bupati Musthofa membagikan gerobak PKL secara gratis kepada ribuan PKL yang ada di Kudus. Termasuk PKL sekolah yang setiap harinya mangkal di berbagai sekolah di Kudus.
Pembagian gerobak yang dipusatkan di alun-alun Simpang Tujuh saat itu disambut gembira oleh ribuan PKL. Ketika di daerah lain PKL selalu dipinggirkan, namun tidak begitu halnya di Kudus. PKL seolah mendapatkan surga untuk mengais rezeki di kabupaten terkecil di Jawa Tengah ini.
Bahkan menurut bupati, PKL merupakan pilar kekuatan ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya. “Kekuatan ekonomi nasional sesungguhnya berada di pundak para PKL ini. Karena inilah sebenarnya pilar ekonomi kerakyatan. Maka sangat tepat ketika saya menetapkan hari ini (5 Januari) sebagai hari jadi PKL Kudus,” kata Putut Winarno menirukan sambutan Bupati Musthofa.
Nah, untuk memperingati hari jadinya yang kedua tahun ini, Pemkab Kudus memberikan kebebasan untuk para PKL berjualan secara masal di pusat kota. Area Jalan Lukmonohadi, dr Ramelan, Simpang Tujuh, Jalan Jenderal Sudirman hingga Pegadaian, ditutup untuk kendaraan. Mengingat jumlah PKL yang ikut merayakan gebyar ini semakin banyak, pemkab menyiapkan area tambahan. Sepanjang Jalan Pemuda dan Jalan Sunan Kudus hingga Kaligelis dipersiapkan sebagai area tambahan gelaran tersebut.
Ribuan PKL yang sudah mendaftar mengaku mendapatkan kesempatan yang tidak didapat di daerah lain untuk menggelar ‘pesta’ semacam ini. (sf)

loading...
Click to comment
To Top