Ternyata Makanan Khas Makassar Manjur Jadi Obat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Ternyata Makanan Khas Makassar Manjur Jadi Obat

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Neutraceutical kuliner Makassar. “Maeeki a paballe”, demikian kalimat panggilan orang tua dahulu jika mengajak tamunya saat makan.
Kalimat tersebut bisa diartikan sebagai ajakan kepada bapak ibu kita berobat. Makan bagi orang tua dahulu dapat dijadikan sebagai obat bagi mereka. Hipocrates dikenal sebagai bapak ilmu kedokteran pernah berkata “Lets food be your medicine”. Makanan-makanan yang sekaligus menjadi obat dikenal sebagai nutraceutical yang berasal dari kata nutrion dan pharmaceu.
Nutraceutical adalah istilah yang diciptakan pada tahun 1979 oleh Stephen DeFelice (DeFelice, 1992). Hal ini didefinisikan sebagai makanan atau bagian makanan yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, termasuk pencegahan dan pengobatan penyakit. Nutraceutical adalah setiap makanan beracun ekstrak suplemen yang telah terbukti secara ilmiah manfaat kesehatan baik untuk pengobatan dan pencegahan penyakit (Dillard dan Jerman, 2000).
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Rahmawati Ningsih, M.Kes, Apt menemukan bahwa kuliner Sulawesi Selatan sendiri banyak yang merupakan nutraceutical. Diantaranya tude bombang yang memiliki nama latin atacodea striata merupakan jenis kerang yang dulu banyak ditemukan di Makassar khususnya dan dijadikan sebagai lauk sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerang atactodea striata atau tude bombang ini memiliki kandungan asam amino yang sangat berperan dalam membantu penyembuhan penyakit lever. Asam-asam amino tersebut adalah glutamat, treonin , lisin, phenilalanin, glisin, metionin dan histidin.
Tude bombang merupakan kerang dengan warna putih kekuningan. “Kerang ini biasanya direbus dengan menambahkan garam secukupnya kemudian air di minumkan kepada penderita hepatitis. Rasa dari kerang ini juga sangat enak,” jelas Rahmawati Ningsih, M.Kes, Apt kepada FAJAR.
Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Farmasi UMI ini menambahkan, kuliner yang juga sudah jarang dijumpai yaitu lawi-lawi yang bernama latin caulerpa lentillifera. Lawi-lawi yang disebut juga anggur laut, karena ujungnya berbulir seperti anggur, lawi-lawi ini biasanya disajikan mentah sehingga nutrisinya masih lengkap tidak mengalami oksidasi dengan pemanasan seperti kalau dimasak. Akarnya dibuang kemudian dicuci kemudian langsung dimakan biasanya disajikan dengan ikan yang dimasak pallumara.  Lawi-lawi mengandung minerals, serat, vitamin A, vitamin C dan beberapa asam lemak tidak jenuh. Penelitian tentang antikanker, antioksidan, antidiabetes dan efek penurunan lemaknya telah dilakukan. Rasa lawi-lawi ini pun enak dan segar.
“Saking sukanya pada lawi-lawi, kakek saya almarhum pernah berkata, kalau ada lawi-lawi dihidangkan dan dia tidak memakannya, maka ajalnya berarti sudah dekat,” tambah perempuan berjilbab ini.
Nutraceutical lainnya adalah aneka lawa’ khas Makassar, baik itu jantung pisang, ketimun bahkan di Pesantren Padang lampe Universitas Muslim Indonesia di Kabupaten Pangkep, jambu monyet juga dibuat lawa’. Manfaat yang langsung dari lawa’ ini adalah pemenuhan kebutuhan serat harian. Seperti diketahui bahwa serat sangat penting dalam kesehatan usus terutama untuk pencegahan kanker kolon. Sayur-sayuran khas makassar juga merupakan nutraceutical seperti sayur daun kelor yang biasanya dimasak bersama dengan kacang hijau ataupun buah kelor yang dimasak “pallukacci” sebagai sayur asam.
Kelor (moringa oleifera lam)  merupakan tanaman dengan nilai nutrisi tinggi. Kelor dapat menjadi sumber protein, vitamin, beta karoten, asam amino dan beberapa senyawa fenolik. Tanaman kelor ini digunakan sebagai antidiabetes, diuretik, antihipertensi.
Tanaman ini sangat mudah tumbuh di Sulsel. “Menu penutup yang khas dari Makassar adalah pisang. Pisang sangat banyak di Sulsel dengan berbagai varietas, mudah di dapat dengan harga yang sangat terjangkau. Pisang mengandung kalium dan pektin. Pisang juga mengandung magnesium, vitamin C dan B6,” tutup Rahmawati Ningsih, M.Kes, Apt.(Markasa Rani/FAJARONLINE.COM)
loading...
Click to comment
To Top