Awas! Empat Daerah di Jateng Rawan Bencana – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Awas! Empat Daerah di Jateng Rawan Bencana

SEMARANG – Sedikitnya, ada lima daerah di Jawa Tengah yang masuk dalam rawan dan risiko bencana. Menurut data dari Badan Nasianal Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Tengah, kelima daerah itu adalah Kabupaten Cilacap, Purworejo, Kabupaten Tegal, Brebes dan Banyumas. Sedangkan lima terendah rawan bencana adalah Kota Tegal, Salatiga, dan Sukoharjo.

Data dari BNPB Jateng juga mengungkapkan, pada bulan November 2015 hingga 5 Januari 2016 angin puting beliung terjadi 84 kali, mengakibatkan 38 rumah rusak berat dan 20 rumah rusak ringan. Kemudian banjir ada 17 titik yang berakibat satu rumah rusak, banjir bandang ada delapan titik yang mengakibatkan dua rumah rusak. Bencana tanah longsor ada 94 kejadian mengakibatkan enam rumah rusak berat, dan 16 rumah rusak ringan. Total kejadian bencana di Jawa Tengah ada 204, total 37 rumah rusak berat, 80 rumah rusak ringan, dan total kerugian 2,9 milyar rupiah.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memimpin apel satuan penanggulangan bencana di Lapangan Pancasila Semarang, Selasa (5/1), mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan serta dalam menanggulangi bencana. Kejadian menonjol ada di Desa Pacetan dan Desa Nargosoko Kabupaten Cilacap yakni angin topan atau puting beliung frekuensi tertinggi sebanyak 11 kali.
“Ada rewarning system, alat tradisional kentongan, ilmu titen yang bisa kita pakai untuk mengurangi risiko bencana kepada masyarakat,” ujar Gubernur.
Sedangkan bencana banjir dan banjir bandang frekuensi tertinggi berada di Kabupaten Kudus sebanyak empat kali. Kejadian menonjol pada tanggal 14 Desember 2015 di Desa Wonosoco Kabupaten Kudus yang mengakibatkan lima rumah rusak dan lebih dari 400 rumah terendam. Tanah longsor di Banyumas ada 19 kali kejadian, kejadian paling menonjol di Dusun Slipet yang mengancam 66 KK dan 150 jiwa.
“Kontrol seluruh peralatan, siapkan semua pasukan, alat komunikasi dan memberikan informasi-informasi secara berjenjang, mari kita tingkatkan untuk desa peduli,” tuturnya.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengungkapkan ada empat titik longsor di Kota/Kabupaten di Jawa Tengah yang statusnya warning, diantaranya Kudus, Pati, Cilacap dan Banjarnegara. Ada pula di Kabupaten Wonosobo pada Sabtu (2/1) Early Warning System (EWS) berbunyi, 80 keluarga bergerak dan sempat diungsikan.
Namun PJ Bupati Wonogiri ini menyatakan cuaca yang terjadi di Jawa Tengah belum dinyatakan ekstrim. Lanjutnya, cuaca ekstrim baru terjadi pada pertengahan bulan Januari. “Mudah-mudahan ini terjadi tidak diluar dugaan kami, namun kita patut tetap mewaspadai,” ungkapnya.
Dia menuturkan masyarakat dan penanggulangan bencana perlu mewaspadai daerah-daerah bencana di Kota/Kabupaten Banjarnegara, Wonoso, Kudus, Pati, Jepara, Brebes, dan Pekalongan. Sedangkan bencana banjir lebih merata di semua daerah di Jawa Tengah.
Mengenai EWS, dia menambahkan telah memasang ke beberapa titik di beberapa daerah. Namun jumlah EWS yang tersebar masih kurang untuk ditempatkan di beberapa titik. “Jumlah anggaran belum memadai, tetapi kondisi kesiapan teman-teman di daerah hingga SK Bupati harapannya dana tak terduga bisa dipakai,” tandasnya.
Dana tak terduga senilai 30 milyar menurutnya dapat dipakai secara keseluruhan. “Berapapun kalau memang dibutuhkan ya tinggal diambil, mekanismenya tinggal memberitahu DPR,” tegas Sarwa. (irf)

loading...
Click to comment
To Top