Bocah Yatim Piatu Penderita Lupus Akhirnya Meninggal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Bocah Yatim Piatu Penderita Lupus Akhirnya Meninggal

KUDUS – Selamet Andre Gilang Pamungkas (15) warga RT 2 RW 3 Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Senin (4/1) malam.

Penderita lupus satu-satunya yang di Kudus yang ditangani Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus sudah menginap di RSUD sejak 23 Desember 2015 hingga ajalnya tiba dengan kondisi yang memperihatinkan akibat lupus yang menggerogoti tubuhnya sejak usi Gilang berumur 7 tahun.
Bahkan selama tiga hari Gilang yang kondisi tak kunjung membaik yang akhirnya tiga hari sebelum meninggal harus mendapatkan perawatan di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Namun tak jua membuat nyawa bocah yatim piatu ini tertolong.
“Kondisi Gilang empat hari lalu semakin memperihatinkan sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang IGD,” kata Nur Zulaikan, kakak ipar Gilang,.
Bocah yang ditinggal mati ayahnya, Sucipto sejak dalam kandungan, dan ibunya Suparni, ketika Gilang baru berusia 3 tahun kini menyusul keduanya untuk selama-lamanya.
Jenazah Gilang dimakamkan di desanya pada pukul 12.00 WIB kemarin. Selang beberapa saat langit mendung di Kota Kudus tumpah menjadi hujan yang mengiringi kepergian Gilang pada Sang Pencipta.
“Semoga adik Gilang khusnul khotimah,” ungkap (JPPA) Kudus, Hj Noor Haniah.
Sementara itu, Haniah megatakan Gilang dalam penanganannya sekitar sebulan yang lalu. Ia sudah mengupayakan yang terbaik dalam menangani Gilang baik perawatan fisik hingga psikis.
Haniah sempat menawarkan pada keluarga Gilang agar ditangani oleh yayasan yang ada di Jakarta yang khusus menangani penderita lupus. Namun pihak keluarga belum berkenan karena banyak pertimbangan.
“Kalau biaya kita sudah carikan dan ada yang mau. Namun karena beberapa problem keluarga belum berkenan. Gilang sendiri juga tidak mau kalau tidak ditunggui oleh keluarganya,” jelasnya.
Bahkan, Haniah menceritakan selama dirawat di RSUD, ketika pihak keluarga berhalangan untuk menunggui, pihaknya sempat mencarikan orang untuk menunggi Gilang selama dua hari.
“Namun, setelah dua hari Gilang tidak mau ditunggui lagi selain keluarganya. Sehingga salah satu keluarganya yang akhirnya menunggui Gilang. Dan ini pengalaman kami pertama menangani anak yang menderita lupus. Ini baru satu-satunya di Kudus,” kenangnya. (nr)

loading...
Click to comment
To Top