Musthofa Ingin Semua PKL di Kudus Naik Kelas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Musthofa Ingin Semua PKL di Kudus Naik Kelas

KUDUS – “Saya ini anak pedagang gandos bisa jadi bupati. Jadi anak pedagang pasar harus bisa melebihi,” kata Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan di tengah menerima tumpengan bersama dengan PKL di Pendopo Pemkab Kudus, kemarin sore.

Bupati yang akrab dengan rakyatnya ini mengatakan bahwa persoalan PKL merupakan masalah yang terjadi hamper di setiap kota. Namun apabila di kota lain diuber-uber dengan penertiban maka di Kudus ditertibkan dengan cara dibina kemudian dinaikan kelasnya menjadi pedagang pasar.
“Sekarang ini jumlah PKL di Kudus berkurang lebih dari 600 orang bukan karena kita usir. Tetap karena berhasil dibina kemudian naik kelas menjadi pedagang pasar atau naik kelasnya,” imbuhnya sembari tersenyum.
Bupati yang sudah menjabat dua periode ini berharap agar kehidupan para PKL di Kabupaten Kudus bisa semakin baik dan semakin sejahtera. Sebagai wujud satu rasanya dengan para PKL yang datang ke pendopo sambil membawa 125 tumpeng, Musthofa tidak memakai pakaian dinas bupati.
“Saya dari pagi berusaha memeriksa apa yang kurang dari gebyar PKL di semua jalan. Jadi sampai sekarang saya memakai pakaian yang sama dengan bapak-bapak dan ibu-ibu,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Musthofa berharap agar anak-anak dari para PKL tidak putus di tengah jalan. Sebab, Pemkab Kudus sudah menyediakan beasiswa untuk para warga Kudus sampai lulus SMA. Hal ini sebagai upaya untuk membuat warga menjadi cerdas dan sejahtera.
“Kalau ada PKL yang ingin membesarkan usahanya dan kekurangan modal. Kita sudah menyediakan Kredit usaha Produktif atau KUP yang tanpa jaminan dan bunganya rendah,” tandasnya.
Toha, ketua Paguyuban PKL Kabupaten Kudus yang mewakili anggotanya mengatakan, bahwa tumpeng yang dibawa ke pendopo adalah sebaga wujud terima kasih atas pembinaan pemkab kepada para PKL.
“Ini sebagai wujud terimakasih kami diberi pembinaan sehingga PKL jumlahnya berkurang di kabupaten Kudus. Sekitar 600 PKL teman-teman kami sekarang sudah masuk ke dalam pasar-pasar di Kudus. Sehingga bukan lagi PKL tetapi pedagang pasar,” ujar Toha, ketua PKL Kabupaten Kudus usai menyerahkan tumpeng secara simbolis.
Pria yang sehari-hari berjualan nasi goreng di Jalan Sunan Muria tepatnya depan Lembaga Pemasyarakatan itu benar-benar merasakan bahwa PKL di Kudus beda dengan PKL di kota-kota lain yang selalu diuber-uber Satpol PP untuk ditertibkan.
“Kita dibina, setelah itu kemudian dinaikan kelas menjadi pedagang pasar. Jadi sebagai rasa memiliki Kabupaten Kudus, ini teman-teman secara swadaya membawa tumpeng untuk bancaan ulangtahun hari PKL yang kedua,” jelasnya. (sf)

loading...
Click to comment
To Top