208 Siswa SMP Jepara Pilih Ketua Osis Layaknya Pilih Presiden – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

208 Siswa SMP Jepara Pilih Ketua Osis Layaknya Pilih Presiden

JEPARA – 208 Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Asy-Syafi’iyah Batealit Jepara ini melakukan pemilihan Ketua Osis (Pilkosis) layaknya pemilihan Presiden (Pilpres), yang berlangsung di ruang kelas sekolah tersebut, kemarin (6/1).

Prosedur pemilihan yang digunakan pemilihan tersebut sama dengan prosedur pilpres. Pelaksanaan pemilihan cara tersebut itu pun disambut antusias para siswa yang sangat besar.
Pelaksanaan Pilkosis ini digelar di dalam ruang kelas, dengan diikuti sebanyak 208 siswa dan 20 guru. Mereka melaksanakan pemilihan secara transparan dan demokratis layaknya pemilu pada umumnya.
“Ada surat suara, kotak suara hingga tinta tanda mencoblos dalam pelaksanaan Pilkosis ini,” kata Kepala SMP Islam Asy-Syafi’iyah, Abdul Manan.
Manan menyebutkan, kegiatan tersebut dilakukan menandai berakhirnya masa tugas kepemimpinan Osis yang lama. Sehingga diadakan Pilkosis yang dilakukan pada Rabu (6/1) kemarin untuk menentukan pengurus baru.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan demokratisasi antar warga sekolah dan untuk mengembangkan peran peserta didik untuk dapat melaksanakan dan mengerti arti pemiliham umum khususnya bagi pelajar secara langsung seperti pada pemilihan umum yang diselenggarakan oleh komisi pemilihan umum (KPU),” jelasnya.
Lebih lanjut, Manan menjelaskan, prosedur Pilkosis yang disamakan pilpres tersebut merupakan media pelatihan kepada anak-anak didiknya untuk melatih berdemokrasi. Menurutnya, sekolah merupakan tempat pembelajaran, pelatihan, dan pembiasaan agar bisa bersikap demokratis saat menyalurkan politiknya di masyarakat.
Sementara itu, para siswa merasa senang dengan praktek pemilihan umum seperti itu. Sehingga Pilkosis tahun ini merupakan suasana baru bagi para siswa dalam berpolitik di dalam kelas.
“Baru pertama kali mengikuti proses pemilihan secara langsung layaknya pemilu. Tentunya membuat saya senang dengan cara seperti ini. Karena seperti pemilu seungguhan,” ungka Rizki, salah satu siswi setempat.
Rizki menyebutkan suasana r??uang kelas disulap dan dijadikan tempat pemungutan suara yang diawali dengan menukarkan blangko undangan pemilih dengan surat suara. Kemudian para pemilih menggunakan hak pilihnya di bilik suara yang selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak suara.
“Yang terakhir tidak lupa memberi tanda tinta bagi pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya,” tuturnya sembari menunjukkan jari kelingkingnya yang telah dicelupkan ke tinta. (nr)

loading...
Click to comment
To Top