Kementan Target Cetak 200 Ribu Hektar Sawah Baru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Kementan Target Cetak 200 Ribu Hektar Sawah Baru

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah berupaya keras mencegah penyusutan area persawahan. Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini merencakan mencetak sawah baru hingga 200 ribu hektar. Sawah-sawah baru ini nantinya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Rencana pencetakan sawah baru itu disampaikan Mentan Andi Amran Sulaiman di kantornya kemarin. Amran mengatakan pencetakan sawah baru itu sudah dikebut sejak sekarang. ’’Catatan yang masuk sudah ada sektiar 100 ribu hektar lebih lahan yang siap dicetak menjadi sawah,’’ tuturnya.

Dia mengatakan lahan yang dipilih untuk pencetakan sawah baru itu diproyeksikan cocok untuk pertanian. Pemerintah tidak memilih daerah-daerah perbukitan atau gunung. Sebaliknya Amran mengatakan lahan yang pilih adalah lembah-lembah gunung dan lahan yang datar. Selain itu pengurusan dokumennya menggunakan skema hak penggunaan lahan.

Untuk menghadapi musim panen beberapa pekan lagi, Amran mengatakan sudah siaga terharap potensi gagal panen karena bencana banjir. Seperti diketahui merujuk laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Januari ini hujan turun dengan intensitas lebat di Sumatera, Jawa, serta Kalimantan, dan Papua.

“Daerah rawan banjir masih ada di Jawa Timur misalnya,” katanya.

Untuk mengantisipasi banjir itu Kementan akan menyegerakan masa tanam. Kemudian juga memperbaiki saluran irigasi, penyiapan pompa air, dan pembuatan sumur dalam serta sumur dangkal.

Amran tidak terlalu khawatir dengan stok beras nasional. Sebab saat ini masih ada stok beras mencapai 1,2 juta ton. Dia berharap seluruh masyarakat Indonesia berdoa supaya potensi banjir tidak sampai mengganggu jadwal panen secara luas.

Kepala Sub-Bidang Informasi BMKG Harry Tirto Djatmiko mengatakan secara rutin BMKG menyampaikan laporan prakiraan potensi hujan di seluruh wilayah Indonesia kepada Kementan. Sehingga data itu bisa dipakai acuan oleh Kementan untuk mengantisipasi gagal panen akibat banjir. Dia menjelaskan kebijakan teknis terkait pertanian tetap diputuskan oleh Kementan. (wan/JPG)

loading...
Click to comment
To Top