Ada Modus Baru Penyelundupan Narkoba dari Malaysia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Ada Modus Baru Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C dan Kepolisian Resor (Polres) Nunukan semakin memperketat pengawasan. Khususnya, di jalur masuk utama Nunukan, Pelabuhan Tunon Taka.

Pengawasan yang dimaksud adalah pencegahan terhadap barang-barang terlarang, seperti narkotika. Apalagi ada modus baru yang dilakukan penyelundup dari Malaysia, yakni menggunakan kaleng susu yang diisi narkoba.

Kapolres Nunukan, AKBP Pasma Royce SIK mengatakan, para tersangka cukup hebat menyembunyikan narkoba, karena masuk melalui pintu resmi Tawau-Nunukan. “Jadi, mereka (tersangka, Red.) punya modus baru untuk memasukkan narkoba dan tidak terdeteksi di x-ray. Ini yang harus diwaspadai,” bebernya kepada Radar Nunukan.

Modus baru yang dimaksud, lanjut Pasma, pelaku menggunakan kaleng minuman yang dikemas rapi. Secara kasat mata, tidak diketahui barang tersebut telah tersimban sabu-sabu jenis Methamphetamine. Bahkan, petugas tidak mengetahui jika tidak jeli memeriksa kaleng berisi narkoba tersebut.

Terpisah, Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Max Karel Rori mengungkapkan, selaku instansi yang juga bertugas melakukan pengawasan di pelabuhan, pihaknya juga semakin memperketat pencegahan dan pengawasan terhadap barang yang masuk.

“Setelah tertangkap pelakunya, dicoba memasukkan kaleng yang berisi narkoba dan tidak terbaca di x-ray. Pengawasan akan dilakukan semakin ketat,” jelasnya.

Dari pengawasan yang ketat itu, Max menambahkan, bakal ada kerugian yang akan ditimbulkan. Karena, tidak semua barang yang masuk ke Nunukan merupakan narkoba, sehingga barang yang mencurigakan walaupun tidak berisi narkoba tetap akan diperiksa para petugasnya di lapangan.

“Mungkin ketika diperiksa kalengnya, walau itu isinya memang susu orangnya bisa marah-marah. Tapi, itu risiko, karena yang sebelumnya itu tumpukan (barang, Red.) banyak, itu bisa mengaburkan petugas. Jadi, dengan kasus ini kami bisa belajar,” tuturnya.

“Kemungkinan akan ada kemasan yang kami buka, walau itu susu baru. Mohon maaf saja kami lakukan pencegahan itu, karena sudah ada pengalaman. Sebenarnya, ada perbedaan, tapi tipis. Yang tidak membuat kecurigaan itu masih baru dan tidak ada bekas dibuka,” katanya. (eza/oya)

loading...
Click to comment
To Top