Dua Anak di Bawah Umur Dipaksa Jual Diri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Dua Anak di Bawah Umur Dipaksa Jual Diri

FAJAR.CO.ID, TALISAYAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Talisayan, Berau, Kalimantan Timur mengamankan salah seorang pria berinisial Iw (25) yang diduga sebagai mucikari, dan tiga wanita yang diduga sebagai wanita penghibur.

Ketiga wanita tersebut, dua di antaranya merupakan anak di bawah umur. Masing-masing berinisial Hm (16), An (14), dan Ih (19). Komandan Regu (Danru) Satpol PP Talisayan Ma’ruf, mengatakan penangkapan Iw yang diduga berperan sebagai mucikar dan, tigawanita anak buah Iw yang diduga dipekerjakan sebagai wanita penghibur tersebut, bermula ketika pihaknya menerima laporan dari salah seseorang masyarakat yang menyebut adanya aksi perdagangan anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Talisayan.

“Awalnya kami tidak percaya, makanya tidak kami hiraukan. Tapi kemudian ada SMS gelap masuk ke kami soal itu. Setelah kami patroli sekitar Pukul 22.00 Wita (4/1), kami menemukan Hm dan An di ujung pantai, Jalan Yos Sudarso, Talisayan,” ungkapnya, Rabu (6/1).

Kedua wanita tersebut kemudian digelandang ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan. Dari pemeriksaan itu, kepada aparat Pol PP, keduanya mengaku sedang menunggu seseorang lelaki hidung belang yang ingin menggunakan jasanya sebagai pelaku prostitusi liar.,“Saat kami tanya mereka mengaku disuruh bahkan dipaksa oleh seorang mucikari Iw,” ujar Ma’ruf.

Esok harinya, jajaran Satpol PP Talisayan pun menjemput Iw dan mengamankannya ke kantor Kecamatan Talisayan. “Pada dasarnya kami mengamankan itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pelacuran. Tapi melihat adanya unsur pidana dalam temuan itu, makanya kami langsung menyerahkannya ke Polsek Talisayan,” jelas Ma’ruf.

Sementara Kapolsek Talisayan AKP Ricky Ricardo, mengatakan saat ini laporan itu masih dalam tahap penyelidikan Unit Reskrim Polsek Talisayan.

Namun sampai saat ini Polsek Talisayan belum menemukan bukti pendukung yang menguatkan adanya aksi penjualan wanita atau anak di bawah umur, sebagaimana keterangan saksi yakni, aparat Satpol PP Talisayan.

“Yang sudah jelas saat ini salah satu di antaranya ada yang masih di bawah umur, telah melakukan perbuatan mesum ya bisa disebut PSK-lah (Pekerja Seks Komersial),” ujarnya kepada Berau Post, kemarin (7/1).

“Kalau yang diamankan sementara di Polsek hanya Ih dan Hm saja. Sedangkan Iw yang diduga mucikari masih berstatus sebagai saksi. Karena petugas Satpol PP juga tidak ada yang siap menjadi saksi utama. Yang jelas ini masih dalam proses pengembangan,” jelas Ricky.(*/sam/asa/uki/prokal)

To Top