Ingin Anak Ganteng dan Putih, Coba Makan Parijoto – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ingin Anak Ganteng dan Putih, Coba Makan Parijoto

KUDUS – Memiliki anak yang ganteng atau cantik serta berkulit putih selalu diimpikan oleh para orang tua muda saat ini. Untuk mewujudkan impian itu, ada salah satu cara yang sudah menjadi mitos di kalangan masyarakat peziarah ke makam Sunan Muria di Gunung Muria.

Mitos terkait buah parijoto konon berawal ketika istri Sunan Muria (Kudus) hamil. Kemudian memakan buah parijoto yang didapatinya dari dalam hutan. Saat melahirkan ternyata sang bayi sehat dan berkulit bersih. Sejak itu berkembanglah mitos bahwa parijoto jika dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil maka anak yang dilahirkannya akan menjadi tampan atau cantik, terlahir sehat dan berkulit bersih.
Hingga sekarang, buah parijoto banyak diperjualbelikan di sekitar area pemakaman Sunan Muria, Kudus. Hampir semua pedagang kaki lima menjual buah yang rasanya agak pahit itu. “Ini kalau ingin anaknya putih, silakan beli ini parijoto. Satu ikatnya Rp10 ribu,” promosi para pedagang yang kompak menunjukkan parijotonya.
Terlepas dari mitos tersebut, dengan kandungan kardenolin, saponin, flavonid yang terdapat pada buahnya dan tanin pada daunnya parijoto memiliki khasiat sebagai obat herbal. Parijoto juga dipercaya dapat memperkuat kandungan bagi ibu-ibu yang hamil. Buah parijoto ini dapat dimakan langsung ataupun sebagai campuran rujak.
Selain itu, Parijoto mempunyai khasiat untuk menyembuhkan sariawan, diare, serta obat bagi penyakit kolesterol. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah daun dan buahnya, baik dalam keadaan segar ataupun dikeringkan.
“Semua memang juga tergantung keyakinan. Tapi anaku yo putih putih itu. Dulu yang minta parijoto istri karena ngikuti anjuran orang-orang tua. Saya nggak makan karena pahitnya nggak kuat ,” kata Kholid Mawardi, salahsatu tokoh LSM di Kudus.
Berbeda dengan Kholid, Saiful Annas, warga Ngembalrejo doyan memakan Parijoto bersama istrinya karena dicampur dengan jeruk pamelo.
“Dibuat rujak dicampur dengan Pamelo. Enak kok. Ternyata anaku ya putih ,” tukas Annas sembari tertawa.
“Terlepas dari mitos. Anakku juga putih setelah selama istri hamil makan parijoto terus. Padahal saya kan sedikit gelap, hehehe,” imbuh Tommi terkekeh.
“Parijoto ini sudah terkenal kok. Teman-teman dari luar kota sering pesan untuk dibelikan,” ungkapnya.
Parijoto atau dalam bahasa latinya disebut Medinilla speciosa merupakan tanaman semak dengan ketinggian 0,45 – 1,2 meter memiliki batang dan cabang berkayu berwarna hijau. Daun berwarna hijau berbentuk lonjong dengan ujung lancip dengan tulang daun melengkung. Buah tersusun dalam malai yang besar dengan masing-masing buah berbentuk bulat kecil. Saat masih muda, buah berwarna pink muda namun semakin memerah keunguan setelah masak.
Bagi yang belum pernah membelinya, lebih baik berhati-hati karena bisa mendapatkan buah yang tidak segar. (sf)

Click to comment
To Top