Pondok Mesum di P2ID Dibakar Pol PP – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pondok Mesum di P2ID Dibakar Pol PP

FAJAR.CO.ID, KENDARI– Praktik prostitusi di metro ini belum dapat diberantas tuntas aparat berwenang. Penertiban yang berulang kali dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari tak membuat para pelaku amoral itu jera. Besarnya pendapatan dari pekerjaan itu menjadi alasan para tuna susila tetap beraktivitas.

Fakta tersebut terungkap setelah Satpol PP Kota kembali melakukan penggerebekan pada sebuah lokalisasi di kawasan P2ID, Kamis (7/1). Dalam operasi yang dipimpin Kasiops Satpol PP, Aris Manda itu berhasil mengamankan enam orang pekerja seks komersial yang sedang “mangkal” di lokasi itu. “Kalau tidak kerja begini mau makan dan bayar utang pakai apa, suami juga tak ada,” celutuk seorang PSK yang terjaring razia. Mereka mengaku, jika sedang banyak pelanggan, bisa meraup penghasilan yang lumayan besar. “Satu kali biasanya Rp 150 ribu kalau nda ke mana-mana. Kalau di hotel Rp 300 ribu. Biasanya dapat Rp 1 juta satu hari. Tapi kadang juga tidak dapat sama sekali, tergantung kalau ada yang mau,” terang wanita itu lagi.

Di tempat yang sama, Aris Manda mengungkapkan penggerebekan itu dilakukan berdasarkan laporan warga yang mengaku sangat terganggu dengan aktivitas prostitusi itu. Di lokasi, petugas langsung membakar lima pondok yang menjadi tempat mesum. “Semua pelaku itu orang dari luar kota, ada yang sudah delapan bulan bekerja di sini. Ada juga yang sudah dua tahun, sudah sering kita gerebek. Ada yang berhenti tapi ada lagi orang baru yang bergabung, jadi susah mau dihentikan, apalagi mereka bisa dapat sampai jutaan rupiah per hari. Tetap akan kami bina terus,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kendari, Heryanto Sada mengungkapkan penggerebekan masih akan terus dilakukan sampai para pelaku bisnis esek-esek itu menghentikan kegiatannya. “Kalau masih mengulang lagi maka kita akan tangkap dan serahkan ke dinas sosial,” tegasnya. Pelaku prostitusi itu ditertibkan berdasarkan Perda nomor 10 tahun 2012 tentang ketertiban dan ketentraman masyarakat. “Pada pasal 20 itu jelas dikatakan tuna wisma, tuna susila dan anak jalanan harus ditertibkan,” tegasnya.

Selain lokasi esek-esek di Kelurahan Kadia (di P2ID) itu, Satpol PP juga sudah membidik beberapa lokasi lainnya untuk melakukan penertiban seperti pada sejumlah hotel melati dan kawasan Kendari Beach. (b/ely/KENDARINEWS)

loading...
Click to comment
To Top