Rp286,7 M untuk Enam Proyek – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Rp286,7 M untuk Enam Proyek

FAJAR.CO.ID.MAKASSAR — Tahun ini ada enam proyek infrastruktur yang berjalan. Empat proyek di antaranya merupakan lanjutan atau multiyers. Total anggaran dari enam proyek tersebut Rp286,7 miliar.

Proyek Bypass Mamminasata dapat alokasi terbesar. Nilainya Rp60 miliar. Pada tahap pertama, nilai kontrak bypass atau jalan lingkar luar ini sebesar Rp245,8 miliar. Itu untuk membuat jalan baru sepanjang 13,7 kilometer. Proyek ini ditarget rampung 2018.

Elevated Road atau jalan layang pada poros Maros-Bone juga dapat jatah alokasi yang sama. Nilainya Rp60 miliar. Proyek yang ditarget rampung 2018 ini juga sudah dapat kucuran Rp30 miliar tahun 2015.

“Total nilai kontraknya Rp174,7 miliar dengan panjang jalan tiga kilometer,” sebut Rahman Djamil, Kasatker Jalan Metropolitan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Makassar, Kamis 7 Januari.

Sementara itu, underpass di simpang lima Mandai mendapat alokasi Rp50 miliar. Tahun lalu, proyek ini mendapat jatah Rp80 miliar. Namun ada yang tersisa sebesar Rp37,4 miliar. Anggaran tersebut kembali akan digunakan tahun ini setelah dapat persetujuan pemerintah pusat.

“Nilai proyek underpass totalnya Rp169,6 miliar. Kita targetkan rampung 2017,” sebut Rahman.

Proyek Middle Ring Road tahun ini mendapat alokasi Rp40 miliar. Tahun lalu, kontraktor sebenarnya sudah mendapat kucuran Rp34 miliar sebagai uang muka.

Tahun ini, Satker Metropolitan menargetkan pekerjaan sepanjang 300 meter. Dari Jalan Parintis Kemerdekaan hingga Jembatan Tello II yang akan dibangun. Total nilai kontrak proyek ini sebesar Rp174,7 miliar untuk tiga kilometer.

PPK Makassar-Takalar Satker Jalan Metropolitan BBPJN VI Makassar, Marlin Ramli menambahkan, dua proyek baru yakni preservasi atau perbaikan dan perawatan jalan. Masing-masing jalan dari batas Kota Makassar sampai Bone sebesar Rp36 miliar.

Paket kedua yakni preservasi jalan dari batas Maros hingga Takalar. Nilainya Rp40,7 miliar.

Kata Marlin, proyek ini diserahkan ke pihak ketiga untuk melakukan perbaikan dan perawatan jalan. Balai besar sisa mengontrol. “Kita bayarkan sesuai pekerjaan dan kualitas jalan yang ditangani,” pungkasnya. (yusriadi/dian hendiyanto/fajaronline)


 

 

loading...
Click to comment
To Top