Kudus Usulkan Kenaikan Alokasi Elpiji Melon 50 Persen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kudus Usulkan Kenaikan Alokasi Elpiji Melon 50 Persen

KUDUS – Kabupaten Kudus pada tahun 2016 ini akan mengajukan alokasi penambahan elpiji 3 kilo (melon) sebanyak 50 persen. Mengingat pada tahun 2015 Kudus hanya mengajukan 10 persen ternyata masih mengalami over 4 persen.

Kasi Perdagangan dalam Negeri Dinas Perdagangan dan pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus, Sofyan Dhuhri mengatakan pengajuan kenaikan alokasi tersebut tidak muluk-muluk mengingat pertumbuhan pedagang kaki lima di Kudus sangat tinggi.
“Selain PKL, pertumbuhan kuliner juga meningkat. Belum lagi pertumbuhan rumah tangga baru yang juga menyebabkan over pada tahun 2015 lalu. Sehingga kami mengajukan ke pusat sebanyak 50 persen dari kuota alokasi tahun lalu,” katanya, Jumat (8/1).
Sofyan menyebutkan, kuota saat 2015 untuk Kabupaten Kudus jumlahnya hanya 6.700.000 tabung melon. Menurutnya jumlah tersebut diperkirakan sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tahun 2016.
Mengingat tahun lalu dari kuota tersebut masih over hingga 268.000 tabung elpiji melon atau 4 persen. Ia menyebut kebutuhan elpiji setiap tahunnya selalu meningkat. Sehingga jika hanya mengajukan kenaikan alokasi hanya 10 persen dikhawatirkan akan terjadi over lagi di tahun 2016.
“Sehingga kami akan usulkan kenaikan alokasi elpiji 3 kilo ini kepusat sebanyak 3.350.000 tabung. Ini sangat realistis karena pertumbuhan keluarga baru yang membutuhkan elpiji ini juga sangat tinggi,” paparnya.
Terlebih pertumbuhan ekonomi di Kudus sangat dinamis berkembang terutama pada kuliner yang pertumbuhannya sangat cepat. Belum lagi PKL yang menjajakan jasanya di Kudus banyak sekali yang membutuhkan elpiji melon.
“Jika usulan kita diterima, alokasi kuota untuk Kudus tahun ini menjadi 10.005.000, jumlah ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat dan PKL di Kudus. Mengingat elpiji 3 kilo ini tidak seperti elpiji non subsidi yang bisa diambilkan dari daerah selain Kudus,” ujarnya.
Sementara itu, Ia mencatat peredaran elpiji melon beredar melalui delapan agen dengan 600 pangkalan. Hanya melalui jumlah tersebut yang tercatat pada datanya tersebut yang boleh mengedarkan elpiji melon di Kudus.
“Jumlah ini hampir menyentuh seluruh desa-desa yang ada di Kudus. Dan memang mereka hanya mengedarkan elpiji 3 kilo di Kudus saja. Karena sudah ada kesepakatan sehingga jika ada yang menjual ke lain daerah akan terkena sanksi dari pengurangan jatah hingga pemutusan,” pungkasnya. (nr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top