Soto Kudus; Lezatnya Daging Kerbau dalam Semangkok Soto – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Soto Kudus; Lezatnya Daging Kerbau dalam Semangkok Soto

KUDUS – Kabupaten Kudus yang ditempati dua wali dari wali songo terkenal dengan kota santri. Bahkan kota yang akrab disebut kota kretek ini juga memiliki kuliner khas yang diwariskan oleh Sunan Kudus, Syeh Ja’far Shodiq.

Sunan Kudus memiliki toleransi dalam menyebarkan agama islam. Tak hanya melalui bangunan menara yang menyerupai tempat sembahyang umat Hindu kala itu. Ja’far shodiq juga memunculkan makna toleransi melalui soto yang menggunakan daging kerbau.
Hal itu dilakukan karena Sunan Kudus menghormati umat Hindu, mengingat sapi menurut umat hindu merupakan hewan yang dihormati. Bahkan hingga saat ini di Kudus tidak ada pemotongan hewan sapi.
Staff Yayasan Menara Kudus, Deny Nur Hakim mengatakan bukan tanpa alasan dengan penggunaan daging kerbau pada Soto Kudus peninggalan Syech Ja’far Shodiq atau lebih dikenal Sunan Kudus ini. Dalam semangkok Soto Kudus ini dianggap memiliki nilai toleransi yang tinggi.
“Tujuannya adalah untuk tidak menyembelih sapi. Mengingat pada waktu itu Sunan Kudus memiliki pendekatan budaya yang sangat kuat dalam mensyi’arkan agama Islam. Karena pada masa tersebut penduduk sekitar menara merupakan masyarakat pemeluk agama Hindu,” katanya.
Salah satu peninggalan Sunan Kudus, lanjut Deny, adalah soto kebo (kerbau). Dimana di daerah luar Kudus banyak yang menggunakan daging sapi. Tapi di Kudus menggunakan daging kerbau atau ayam sebagai bentuk toleransi terhadap pemeluk agama Hindu.
Deny menjelaskan, bahkan hingga saat ini 95 persen masyarakat Kudus masih menjalankan perintah Sunan Kudus untuk tidak menyembelih sapi. Termasuk pada Idul Qurban, dilingkungan Menara Kudus tepatnya pada hari kedua hari tasyrek (12 Dzulhijjah) dalam penyembelihan hewan Qurban tidak pernah menyembelih sapi.
“Sunan Kudus bukan melarang memakan daging sapi lho, tapi melarang menyembelih sapi untuk menghormati umat Hindu yang menganggap sapi merupakan hewan yang suci dan sakral. Tujuan dari larangan menyembelih sapi sendiri agar masyarakat yang hidup menjadi simpati kemudian memeluk Islam,” pungkasnya.
Hadirnya soto warisan Sunan Kudus ini menambah daftar jenis soto di Indonesia tentu menambah kekayaan kuliner khas nusantara. Namun, olahan soto masing-masing daerah tentu memiliki kekhasan tersendiri bagi penikmatnya. Sehingga tidak ada salahnya saat mampir ke Kudus Anda mencobanya.
Tidak afdol rasanya jika datang ke Kudus tidak mencoba soto peninggalan Sunan Kudus yang satu ini. Soto yang beda dari yang lain dan sudah menjadi salah satu ikon kuliner khas Kudus sejak lama. Ya, Soto Kudus orang mengenalnya.
Soto yang memiliki banyak irisan daging kerbau dipotong dadu, dengan takaran bumbu rempah-rempah pada kuahnya yang pas, dipadu dengan rasa kaldu daging kerbau, aroma bawang putih goreng, dan disajikan kedalam semangkok kecil menciptakan kelezatan yang siap menantang lidah Anda untuk bergoyang.
Tenang, untuk mencari lokasi soto ini sangat mudah, mengingat di Kudus sendiri sudah banyak yang menjajakan Soto Kudus baik soto ayam maupun soto kerbau. Tentu ini memudahkan para pecinta soto yang singgah di Kudus untuk mampir menyantapnya.
Seperti Soto Pak Denuh yang salah satu cabangnya berada diantara jalan perbatasan Kota Demak dan Kudus tepatnya di Jl AKBP Agil Kusumadya, Kudus (dekat Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus). Setiap harinya ramai pengunjung. Terutama pada jam makan siang dan saat petang.
Meski sudah ditangani generasi kedua. Namun, soto khas tersebut resep rahasianya tetap terjaga beserta kualitas rasanya hingga sekarang ini. Tentu saja ini yang menjadikan kerinduan bagi para pecinta soto luar Kota Kudus. Mengingat soto kerbau hanya terdapat di Kudus.
Mungkin bagi Anda yang belum pernah mencobanya kedengarannya ekstrim. Namun Anda bisa membuktikan kelezatannya setelah Anda mencobanya sendiri. Apalagi saat menyantap hidangan lezat dan manis ini ditemani dengan sate telur puyuh, sate paru, sate kerang, maupun rempeyek udang. Tentunya semakin ciamik. (NOR KHOLIDIN)

loading...
Click to comment
To Top