WISATA; Wonosoco Desa Pelestari Wayang Klitik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

WISATA; Wonosoco Desa Pelestari Wayang Klitik

KUDUS – Wisata pedesaan Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, terbalut keindahan alam dengan beberapa gua dan tebing yang menjadi tempat yang asyik untuk berwisata.

Desa yang memiliki wayang unik yang konon sudah ada pada jaman majapahit masih terjaga hingga terasa. Wayang yang terbuat dari kayu yang disebut masayarakat dengan wayang klitik itu sangat penting bagi Desa Wonosoco.
Terutama pada saat acara resik sendang yang pada hari-hari libur menjadi jujugan wisatawan ini dilakukan pada hari Sabtu Kliwon – Minggu Legi antara bulan Juni hingga Juli disetiap tahunnya.
Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi mengatakan pada sendang dewot pada hari tersebut akan dimainkan wayang klitik dengan lakon Damar Wulan Ngarit. Sedangkan pada Sendang Gading akan dimainkan lakon Mbangun Sigit Swargo Bandang.
“Wayang klitik hanya dimainkan pada hari tersebut. Namun wisata di desa ini biasanya ramai pada hari libur. Terutama anak-anak dan remaja. Paling banyak dikunjungi memang pemandian atau sendang tadi juga gua dan tebing,” katanya, kemarin (8/1).
Namun, dia menyebut jika pengunjung ingin melihat pertunjukan bisa menanggap wayang klitik dengan dalang yang ada di desanya itu. Sehingga para wisatawan bisa menikmati wayang pada zaman majapahit itu.
“Tak hanya dari Indonesia saja, bahkan meski tidak sering wisman (wisatawan manca) juga beberapa sudah ada yang ke sini,” ungkapnya.
Selain itu tempat wisata yang hanya memungut tiket Rp 3 ribu per orang juga terdapat bumi perkemahan pada sepekan sekali terkadang banyak abak-anak luar kota berkemah di sana.
“Ada pula yang menjadi jujugan bahkan dari Bali juga pernah datang ke Gua Keraton, Gua Surodipo, serta Gua Batu Cantik. Karena gua di Wonosoco memiliki stalaktit dan stalakmit yang indah di beberapa titik dalam gua. Gua-gua tersebut terdapat diketinggian yang berbeda-beda,” jelasnya.
Ia mencontohkan, seperti Gua Cantik terletak pada ketinggian sekitar 300 mdpl. Dan agar bisa mencapai ke gua tersebut bisa ditempuh sekitar satu kilometer dengan medan jalan menanjak.
Ia menyebutkan banyak yang tidak mengetahui, bahwa sebenarnya saat berkunjung ke Wonosoco ada pantangan tersendiri yang tidak boleh dilakukan. Yakni, menurutnya, jangan membawa sesuatu atau pakaian berwarna hijau. Karena warna tersebut, konon menyerupai warna aura Mbah Ngariah cikal bakal desa setempat.
“Sebenarnya juga saat berkunjung ke sini tidak boleh seenaknya. Dan harus menjaga kesopanan. Biasanya kalau pantangan tersebut dilanggar akan banyak pengunjung yang kesurupan,” tandasnya. (nr)

loading...
Click to comment
To Top