Jokowi Teken Perpres Pembangunan Kilang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Jokowi Teken Perpres Pembangunan Kilang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Akhirnya Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Pembangunan Kilang. Perpres ini akan menjadi payung hukum dalam pembangunan kilang di Indonesia, salah satu daerah yang rencananya menjadi lokasi pembangunan adalah Bontang.

Kabar telah terbitnya perpres tersebut disampaikan ketua Komisi II Ubayya Bengawan berdasarkan hasil kunjungan kerja ke Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jumat (8/1) kemarin.

Seperti diketahui, penerbitan perpres ini akan menjadi payung hukum dalam pembangunan kilang di Indonesia. Mengingat selama ini ada tumpang tindih peraturan terkait proses pembangunan kilang minyak. Dengan keluarnya aturan ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan proyek kilang yang selama ini tertunda.

“Informasi yang kami dapat dari Sekretaris Pembangunan Kilang Kemenko Perekonomian Andi Novianto bahwa perpres sudah terbit,” kata Ubayya saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.

Dari penjelasan Novianto, dia mengatakan Bontang menjadi salah satu kandidat kuat lokasi pembangunan salah satu kilang. Alasannya, Bontang didukung dengan ketersedian lahan dan sarana infrastruktur yang memadai.

“Kami sangat optimistis bahwa Bontang menjadi salah satu lokasi pembangunan kilang. Sebab dari penjelasan pihak Kemenko Perekonomian, tim pembangunan kilang ternyata sudah beberapa kali meninjau ke Bontang, dan Bontang dianggap laik untuk menjadi lokasi pembangunan kilang,” kata Ubayya.

Soal kepastian lokasi pembangunan kilang, Ubayya mengatakan bahwa lokasi pembangunan kilang diputuskan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM).

“Tapi kami sangat optimistis kilang dibangun di Bontang. Hampir semuanya sudah siap. Sekarang ini yang masih menjadi pekerjaan rumah DPRD dan Pemkot Bontang adalah menerbitkan Perda RDTR (Rencana Detail Tata Ruang Kota). Namun untuk persoalan ini kami yakin akan segera selesai, karena saat ini Raperda RDTR Bontang sudah masuk tahap finalisasi,” kata Politisi Demokrat ini.

Dengan terbitnya perpres, maka langkah yang akan dilakukan tim pembangunan kilang dalam waktu dekat adalah penjajakan dengan investor.

“Jika di tahun ini ada investor yang siap membangun kilang, maka ditargetkan pembangunan fisik akan dimulai pada 2017 mendatang dan selesai di 2021 akhir,” jelas Ubayya.

Sekadar informasi, salah satu indikasi bahwa Bontang menjadi kandidat kuat sebagai lokasi pembangunan kilang, karena rencana pembangunan kilang Bontang masuk dalam paket kebijakan ekonomi jilid VIII Presiden Jokowi, Senin 21 Desember 2015 lalu.

Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, utamanya paket kebijakan yang dikeluarkan ini adalah untuk menghadapi pasar bebas ASEAN yang bakal digulirkan awal tahun depan. Pramono mengatakan ada 3 kebijakan yang masuk dalam paket kebijakan ke VIII.

Pertama adalah one map policy atau kebijakan satupeta. Kedua, kata Pramono, adalah mempercepat pembangunan kilang minyak untuk meningkatkan produksi kilang minyak di Indonesia. Saat ini Pramono mengatakan kilang minyak di Indonesia hanya mampu memproduksi lifting migas 900 ribu sampai 1 juta barel per hari.

“Dalam waktu dekat akan bisa dibangun dua tiga dan seterusnya. Tapi paling utama adalah dua kilang, pertama di Bontang dan Tuban,” katanya waktu itu.

Kebijakan ketiga yang diluncurkan adalah pemberian insentif bagi jasa pemeliharaan pesawat. Payung hukum untuk pemberian insentif ini sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. (hd/indopos)

loading...
Click to comment
To Top