Wiwit Mboyong Mbok Sri; Melanggengkan Tradisi Panen Perdana di Samin – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Wiwit Mboyong Mbok Sri; Melanggengkan Tradisi Panen Perdana di Samin

KUDUS – Kekhasan Samin sebagai komunitas yang eksis sejak era kolonial Belanda di Nusantara karena ingin memerdekakan NKRI ditandai dengan profesi sebagai petani. Nampaknya profesi ini tetap hidup di pedesaan.

Namun tak jarang akibat dari imbas kegagalan pertanian karena alam atau cuaca (banjir) dan wabah penyakit maka upaya untuk mempertahankan hidup sebagian tergoyahkan dan beralih profesi sebagai pekerja bangunan di kota.
Hal ini juga dialami warga Samin di Desa Larekrejo dan Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus. Meski begitu masyarakat setempat memiliki cara untuk menumbuhkan cinta profesi sebagai petani di tengah kegagalan atau keberhasilan sebagai petani, warga Samin di Desa Larekrejo yang ditokohi Budi Santoso, masih melanggengkan tradisi wiwit mboyong mbok Sri.
Bahkan dalam pekan ini di daerah Undaan sudah terdapat panen untuk MT 1, sebagai wujud rasa syukur masyarakat Samin Kudus akan memulainya dengan tradisi wiwit sebelum memanen padi.
Tradisi membawa atau memetik segepok padi yang dipanen perdana dibawa pulang yang diawali dengan berdoa dan dilanjutkan dengan slametan (brokohan) panen yang menghidangkan seekor ayam dimasak jenis ingkung, nasi, pisang, dan air minum secukupnya, sesuai jumlah petani yang akan memotong padi (ngedos). (nr)

loading...
Click to comment
To Top