Demam Berdarah Meningkat di Pati, Dua Meninggal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Demam Berdarah Meningkat di Pati, Dua Meninggal

PATI – Memasuki musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati mulai meningkat. Setidaknya, hingga awal Januari 2016 ini, sedikitnya 38 pasien demam berdarah masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati. Rata-rata penderita demam berdarah didominasi oleh anak-anak yang berusia antara 1 hingga 6 tahun.

Dari data sementara, mulai bulan Desember 2015 hingga awal Januari ini, sedikitnya 180 pasien tercatat dirawat di RSUD RAA Soewondo. Ironinsya, dua diantaranya, pasien meninggal dunia. Karena jumlah pasien terus bertambah, terpaksa rumah sakit menempatkan pasien di sejumlah selasar rumah sakit.
Fatonah, salah satu ibu pasienDBD dari Desa/ KecamatanWedarijaksa mengatakan, anaknya sudah dirawat di rumah sakit selama 4 hari.
“Awalnya anak saya sempat mengalami demam tinggi. Setelah diperiksakan ke dokter puskesmas demamnya tidak kunjung turun juga, dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit dan langsung dirawat ,” terangnya.
Ia menambahkan, kasus DBD tersebut tidak hanya menyerang anaknya, namun di daerah tempat tinggalnya, sejumlah warga lain juga terkena DBD.
Menanggapi hal ini, Wakil Direktur RSUD RAA Soewondo Pati dr. Tuti Ingniaty menuturkan, sejak dua bulan terakhir pasien yang masuk ke rumah sakit berkisar1 hingga 5 orang per harinya. Menurutnya, hingga saat ini di Ruang Cempaka, masih terdapat 38 pasien yang saat ini masih dirawat.
“Sementara itu di ruang IGD dan ICU masih ada 18 pasien lagi. Dan dari data kami, sejak bulan Desember hingga awal Januari ini sudah ada dua pasien DBD yang meninggal dunia. Saat masuk rumah sakit kedua pasien ini memang sudah dalam kondisi drop,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi membludaknya pasien, pihaknya akan segera menambah bangsal, baik di ruang UGD maupun di Ruang Mawar RSUD RAA Soewondo. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, utamanya pada awal musim seperti sekarang ini.
“Karena memasuki musim penghujan, menimbulkan banyaknya genangan yang menjadi tempat bersarang nyamuk Aedes Aigypti,” tandasnya. (sf)

Click to comment
To Top