Tak Capai Target, Dispora Pulangkan Rp 700 juta ke Kas Daerah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Sport

Tak Capai Target, Dispora Pulangkan Rp 700 juta ke Kas Daerah

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dispora NTT) harus mengembalikan dana Rp 700 juta ke Kas Daerah. Pengembalian dana yang di peruntukkan untuk bonus atlet binaan Dispora NTT ini harus dilakukan, karena tidak mencapai target yang ditetapkan.

“Program Bidang peningkatan prestasi yang tidak mencapai sasaran adalah pembayaran bonus kepada para atlet yang lolos PON XIX 2016,” ungkap Kabid Peningkatan Prestasi  Dispora NTT Lambert Tukan seperti dilansir Harian Timor Express, Senin (11/1).

Menurut Lambert, atlet binaan Dispora berhasil meraih 13 emas, 5 perak, dan 16 perunggu. Hasil ini, menurutnya, tidak mencapai sasaran sehingga bonus yang disiapkan tersisa sebesar Rp 700 juta dan harus disetor kembali ke kas daerah.

“Yang terpakai hanya Rp 178,5 juta,” terangnya.

Kegiatan lainnya yang belum berhasil direalisasikan tahun 2015 lalu adalah penyerahan bantuan sosial kepada klub pencak silat di Maumere, Kabupaten Sikka.

“Tidak terealisasinya bantuan tersebut, karena pemilik klub setelah di konfirmasi ternyata sementara melanjutkan pendidikan sehingga tidak sempat mengajukan proposal yang diminta oleh Dispora,” katanya.

Bantuan yang disiapkan Dispora sendiri tahun 2015 lalu, kata Lambert, diperuntukkan kepada 12 klub. Yang berasal dari dana APBD dianggarkan untuk tujuh klub dan yang terealisasi enam klub. Sementara dari dana DIPA dianggarkan untuk lima klub dan seluruhnya terealisasi.

Adapun program-program  lannya yang berhasil dilaksanakan ada ntara lain pelatihan pelatih dan wasit lima cabang olahraga yang dilaksanakan pada 24-28 Mei.

“Ada juga TC Popnas 31 Agustus-9 September di Kupang, serta mengikuti Popnas XIII  10-21 September di Bandung, Jawa Barat,” ungkapnya.

“Untuk Popnas sendiri berhasil meraih 4 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu,” imbuhnya.

Program terakhir yang dilaksanakan Bidang Peningkatan Prestasi olahraga adalah pemanduan bakat kepada 200 siswa SD dan 200 SMP di Maumere, Kabupaten Sikka dari dana dekonsentrasi.

Lambert juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan kegiatan ada beberapa faktor yang jadi menghambat. Kendala utama adalah sarana prasarana bagi para atlet PPLP,PPLD, dan PPLM. “Ke depan diharapkan disiapkan lebih awal sehingga ketika para atlet hendak berlatih semuanya telah tersedia dan siap digunakan,” harapnya.

Kendala lainnya adalah, kerja sama dengan pengprov cabang olahraga. “Kegiatan PPLP, PPLD, dan PPLM adalah kegiatan Dispora, sehingga yang mentukan pelatih dan atlet PPLP, PPLM, dan PPLD adalah Dispora, dan bukan Pengprov,” katanya.(rum/fri/jpnn)

To Top