Abu Hasan Himbau Pendukungnya Tetap Tenang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Abu Hasan Himbau Pendukungnya Tetap Tenang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bupati terpilih berdasarkan hasil perhitungan suara terbanyak KPUD Buton Utara, Abu Hasan meminta kepada seluruh masyarakat Buton Utara khususnya para pendukungnya untuk tetap tenang dan menghargai seluruh proses yang kini tengah berlangsung di Mahamah Konstitusi (MK). Hal itu diungkapkan Abu Hasan usai mengikuti langsung jalannya persidangan kedua di gedung MK, Rabu (13/1).

“Jangan terpancing dengan isu-isu menyesatkan yang dilemparkan oleh pihak-pihak tertentu sehingga membuat suasana tidak kondusif,” ujar Abu Hasan.

Abu Hasan yang didampingi pasangannya Ramadio meminta kepada semua pihak untuk dapat memahami apapun suasana jalannya persidangan, dari sidang pertama maupun sidang kedua. “Harus dipahami bahwa baik sidang pertama maupun sidang kedua adalah bagian dari rangkaian proses dari sidang selanjutnya yakni sidang putusan sela yang akan dilaksanakan pada 18 Januari mendatang,” jelasnya.

[baca juga: Sidang Pilkada Butur, MK Diminta Tolak Gugatan Ridwan Zakariah]

Dijelaskan, dalam sidang putusan sela nantinya, akan ada dua hal yang akan bisa dipastikan. Pertama adalah apakah perkara yang berlangsung akan terus disidangkan ataukah hakim akan menggurkan karena dianggap dalil-dalil pemohon  tidak memenuhi syarat yang dimaksud dalam hal ini legal standing ataupun objek yang diperkarakan bukan merupakan kewenangan MK.

Nah, mendengar jawaban dari pihak termohon dalam hal ini KPUD Buton Utara membuat Abu Hasan semakin optimis bahwa gugatan yang dilayangkan pasangan Ridwan Zakariah – La Djiru tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat legal standing maupun objek yang diperkarakan tidak masuk dalam ranah MK, melainkan bisa jadi merupakan ranah PTUN, Gakumdu ataupun Panwaslu,” tambahnya.

“Apa yang kita lakukan sudah cukup maksimal dari pihak pengacara KPUD dan terkait sebagai salah satu faktor untuk penguatan atas jawaban dari pengacara KPUD. Kalau ada yang mengatakan bahwa pihak tertentu sudah menang, itu tidak benar. Karena persidangan kedua ini belum bisa dipastikan siapa yang menang,” tegasnya.

“Jangan mengira apa yang dilakukan hakim saat berdiskusi dengan terkait dengan penyerahan bukti tambahan dengan pengacara adalah suatu kemenangan. Itu salah karena bukti-bukti tambahan yang baru diserahkan oleh pihak terkait tidak masuk dalam objek perkara,” sambung mantan Kepala Biro Humas Pemprov Sultra ini. (hrm)

To Top