AGUS IMAKUDIN, Ketua Komisi C DPRD Kudus; Dari Hobi Jadi Sarana Serap Aspirasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

AGUS IMAKUDIN, Ketua Komisi C DPRD Kudus; Dari Hobi Jadi Sarana Serap Aspirasi

KUDUS – Masih banyak kawasan desa-desa di wilayah Kabupaten Kudus ini yang belum terjangkau pembangunan secara maksimal. Hal ini diketahui Agus Imakudin, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kudus saat menyalurkan hobinya di bidang adventure jelajah alam.

“Hobi adventure ternyata bisa juga jadi sarana untuk serap aspirasi dan keluhan warga. Saya pernah sampai Gringging loh. Posisi di Muria saya jalannya masih apa adanya makadam. Mereka kemudian menyampaikan aspirasi supaya jalan mereka mendapatkan pembangunan,” kata Agus Imakudin, kemarin.
Agus Imakudin mengaku terenyuh melihat kondisi jalan di beberapa wilayah yang dilaluinya saat adventur baik saat menggunakan kendaraan maupun motor trail. Oleh karena itu, pihaknya segera menyampikan keluhan tersebut ke teman-temanya di komisi C dan Pemkab Kudus.
“Namun saya memberikan jawaban ke warga, bahwa aspirasi ini turunnya bukan dalam bentuk uang. Tapi dalam bentuk program pembangunan jalan. Sebab selama ini kan ada anggapan kalau serap aspirasi itu dinilai membagi-bagikan uang,” tukasnya.
Menurut Udin – sapaan akrabnya -, dengan adanya pembangunan infrastruktur desa maka perkembangan laju ekonomi akan makin efisien dan cepat. Sebab mobil angkutan yang mengangkut hasil pertanian akan mudah menjangkau kemudian menyalurkan ke pasar di perkotaan. Sehingga warga bisa lebih cepat mendapatkan hasil.
“Selama ini kan harus oper-oper dengan sepeda motor untuk mengangkut hasil pertanian atau dagangannya. Sehingga banyak biaya keluar. Kalau ada mobil angkutan langsung menjangkau didekat rumah kan hanya sekali angkut. Selain itu jalan yang bagus membuat kendaraan pengangkut senang tanpa khawatir cepat rusak,” paparnya.
Politisi yang sedang menempuh pendidikan S-3 itu setelah pengalamannya melihat kondisi riil masyarakat, menjadi semakin senang untuk blusukan ke daerah-daerah terpencil.
“Begini mas, pesan orangtua saya. Saya itu sukses kalau bisa bermanfaat untuk orang lain. Kalau belum bisa bermanfaat untuk orang lain itu belum sukses. Bapak saya hanya seorang kuli batu bangunan. Jadi memahami bagaimana warga yang membutuhkan sentuhan pembangunan dari pemerintah,” ungkapnya serius. (sf)

loading...
Click to comment
To Top