Ajukan Pinjaman ke Bank, Staf KPU Dilapor Palsukan Tanda Tangan Pimpinan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ajukan Pinjaman ke Bank, Staf KPU Dilapor Palsukan Tanda Tangan Pimpinan

PATI – Diduga melakukan pemalsuan tanda tangan, seorang oknum staf yang bekerja di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati berinisial KW dilaporkan ke aparat kepolisian. Pemalsuan ini, dilakukan KW untuk mengajuan pinjaman ke sebuah bank.

Kapolres Pati, AKBP R Setijo Nugroho melalui Kabagops Polres Pati, Kompol Sundoyo membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, kasus tersebut dilaporkan oleh Sekretaris KPU Pati, Sugiyono yang sekaligus menjadi korban, pada Sabtu (09/1) lalu.
“Sebenarnya kasus dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut diketahui pada Jumat 14 Agustus 2014 yang lalu. Dan saat ini kasus tersebut masih tengah dalam proses penyidikan,” ujarnya.
Menurut Sundoyo, terlapor diduga memalsukan tanda tangan sekretaris KPU dan bendahara KPU untuk mengajukan pinjaman ke sebuah bank yang ada di Kota Pati. Tanda tangan tersebut diperlukan untuk surat rekomendasi sebagai salah satu syarat pengajuan kredit.
“Kejadian tersebut diketahui pada 14 Agustus tahun lalu. Dugaannya terlapor memalsukan tanda tangan untuk pengajuan kredit ke sebuah bank,” tambahnya.
Kasatreskrim Polres Pati, AKP Agung Setyo menambahkan, saat ini kasus tersebut tengah ditingkatkan dari proses penyelidikan menjadi penyidikan.
“Artinya dalam kasus tersebut akan ada penetapan tersangka dalam waktu dekat ini. Namun kami akan melakukan gelar kasus terlebih dahulu,” terang AKP Agung.
Di tempat terpisah, menanggapi dugaan kasus pemalsuan tanda tangan, Sugiyono, Sekretaris KPU Kabupaten Pati membenarkan adanya kasus tersebut. Kasus dugaan pemalsuan itu diketahui saat ada petugas dari bank yang datang untuk melakukan klarifikasi.
“Awalnya ada salah seorang staf yang kami beri surat rekomendasi secara resmi untuk pengajuan kredit. Namun rupanya dari petugas bank tersebut diketahui pada tahun 2013 lalu diketahui ada pengajuan kredit oleh seorang staf yang lain,” terang Sugiyono.
Padahal Sugiyono mengaku belum mengeluarkan surat rekomendasi atas namanya. Atas kejadian tersebut pihaknya melakukan pengecekan. Rupanya terlapor diduga telah memalsukan tanda tangan untuk surat rekomendasi tersebut.
“Kami tidak bisa menerima atas perbuatan tersebut. Apalagi tanda tangannya di atas materai dan distempel atas nama kelembagaan,” imbuhnya. (sf)

loading...
Click to comment
To Top