Sidang Pilkada Butur, MK Diminta Tolak Gugatan Ridwan Zakariah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Sidang Pilkada Butur, MK Diminta Tolak Gugatan Ridwan Zakariah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan gugatan perselisihan hasil pemilukada lima daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (13/1). Sidang kedua ini beragendakan mendengar jawaban dari pihak termohon dan pihak terkait atas tudingan-tudingan yang dibacakan oleh pihak termohon pada persidangan perdana, Jum’at (8/1).

Sidang untuk sengketa pilkada di Sultra itu dimulai pada pukul 13.00 WIB dan dipimpin Patrialis Akbar beserta dua hakim anggota Suhartoyo dan Wahiduddin Adams diruang sidang Panel 3. Dalam sidang tersebut, lima daerah di Sultra yakni Kabupaten Buton Utara, Konawe Utara, Muna, Wakatobi dan Konawe Kepulauan. Kelima daerah ini langsung dipanggil memasuki ruang sidang untuk menunggu giliran.

Kabupaten Buton Utara yang mendapat giliran pertama langsung dipersilakan oleh Patrialis Akbar untuk membacakan jawaban atau bantahan atas tudingan-tudingan yang dilayangkan oleh pihak-pihak pemohon dalam sidang perdana.

Kuasa Hukum baik dari pihak termohon dalam hal ini KPUD Buton Utara maupun pihak terkait dalam hal ini pasangan Abu Hasan – Ramadio langsung membacakan bantahan-bantahan atas tudingan pihak pemohon. Selain itu, pihaknya menyatakan bahwa pelanggaran-pelanggaran yang tudingkan oleh pihak pemohon bukan merupakan kewenangan Mahkamah Konstitusi.

“Olehnya itu, MK tidak berwenang mengadili perkara hukum. Selain itu, kami menganggap permohonan pemohon tidak jelas, tidak ada dasar terkait dengan perhitungan suara yang benar menurut pemohon dan soal kecurangan untuk membatalkan hasil pemilihan sangat tidak mendasar,” jelas kuasa hukum KPUD Butur, Imam Naser.

Sementara jalannya persidangan empat daerah lainnya juga tak jauh berbeda. Jawaban dari pihak termohon maupun pihak terkait sama, yakni meminta kepada hakim untuk menolak gugatan-gugatan dari pihak pemohon karena tidak memiliki legal standing, tidak memiliki cukup bukti serta gugatan-gugatan yang dilayangkan bukan merupakan kewenangan Mahkamah Konstitusi.

Berdasarkan pantauan, para calon bupati maupun wakil bupati yang terus menghadiri persidangan sejak hari pertama adalah pasangan Abu Hasan – Ramadio (Buton Utara), pasangan Ruksamin – Raup (Konawe Utara), Malik Ditu (Muna), Aswad Sulaiman (Konawe Utara). Sementara para calon lainnya tidak tampak mengikuti jalannya persidangan. Begitu juga dengan puluhan hingga ratusan pendukung dari pasangan Abu Hasan – Ramadio, Rusman Emba – Malik Ditu dan Ruskamin – Raup yang terus memberikan dukungan langsung di MK. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top