Pihak RS Bayangkara: Darah yang Keluar dari Jenazah Zubair Adalah.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Pihak RS Bayangkara: Darah yang Keluar dari Jenazah Zubair Adalah..

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Banyak spekulasi muncul terkait penyebab meninggalnya personel Brimobda Sulselbar, Bharada Zubair Dwi Ningrat. Dua rekannya juga kritis, Bharada Dodik Wicaksono dan Bharada Ahmad Fauzi. Namun, tim dokter menyimpulkan, ketiga anggota “Korps Baret Biru” itu, terserang heat stroke.

Luka lebam serta darah yang mengalir dari mulut almarhum Zubair Dwi Ningrat saat jenazah dimandikan menjadi penyebab spekulasi yang kini berkembang. Kecurigaan keluarga mengarah pada perlakuan kekerasan terhadap Zubair.

Namun, pengakuan keluarga tersebut langsung menuai respons pihak RS Bhayangkara. Melalui AKP dr Mauluddin, menjelaskan, soal luka lebam serta darah yang keluar dari mulut Zubair merupakan fenomena Asfiksia yang terjadi akibat lebam mayat (pembusukan mayat). Hal itu, kata Mauluddin, biasanya terjadi setelah jenazah disimpan selama enam jam.

Secara gravitasi, lanjut Mauluddin, darah pada umumnya selalu mengisi titik terendah hingga mengalir melalui lubang pada areal tubuh. Darah itu dalam istilah medik disebut sebagai darah Post Mortem (darah normal) dan bukan darah intra vital (bukan disebabkan kekerasan).

“Semua mayat pada umumnya mengalami pembusukan di atas enam jam. Di situlah badan membiru. Kalau 11 jam lebih parah lagi. Jadi darah post mortem mengalir dan keluar dari semua lubang tubuh termasuk mulut, telinga, dan hidung,” kata Mauluddin di Aula Gedung ICU Lantai III RS Bhayangkara.

Untuk lebam pada perut, kata dia, disebabkan Resusitasi Jantung Paru (RSP). Sebelum Zubair dinyatakan meninggal dunia, pertolongan RSP sempat dilakukan dengan cara menekan perut. Hal itu, menurutnya, yang dimungkinkan sehingga adanya lebam pada perut.

“Tiga personel Brimob ini tidak ada tanda kekerasan, melainkan hanya terkena penyakit heat stroke,” lanjutnya.   (faisal-hamdani-nasrun/Fajaronline.com)

loading...
Click to comment
To Top